ada semacam ruh yang merasuk kedalam tubuh gue. sejak gue baca novel karangan bang Andrea Hirata. ada perasaan yang dapat dijelaskan. ada keinginan yang tak dapat diungkapkan. dan ada sebongkah rahasia yang gue sendiri tak tahu apa itu. berawal dari novel berjudul "Maryamah Karpov" yang dipinjam kawan gue diperpustakaan sekolah tempatnya mengajar. berawal dari situlah perasaan yang diam-diam menelisik, menggelitik dan megusik hati gue. ada sesuatu yang baru yang gue rasakan setelah membaca novel tersebut. dan tentu saja, ini bukan kali pertama gue membaca tulisan karangan novelis terkenal itu. malah, kalau mau dibilang pembaca absurd macam gue ini telah lebih dulu membaca novel dengan judul "Padang Rembulan" karangan si abang berambut ikal tersebut. agak loncat dan nggak sesuai alur. nggak berurutan.
tapi dari membaca tulisan beliau-lah gue menemukan semacam pencerahan. semacam ruqyah untuk semangat menulis gue yang sempat memudar akibat kegiatan jualan sepatu yang gue sendiri kapan khatam-nya. mulai kembali gue buka cerpen karangan gue sendiri. mulai gue lanjutin kembali cerpen karangan gue itu. ya, walaupun hanya nambahin satu atau dua kata. yang penting ada kemajuan untuk semangat menulis gue. cerpen yang angot-angotan gue itu kadang membuat gue bangga, kadang bikin gue senewen dibuatnya. entah apa maksudnya, tapi gue sendiri nggak menemukan feeling jika membaca tulisan sendiri. seperti nggak ada perasaan yang bikin jantung jumpalitan. nggak ada rasa yang bikin lambung dikocok. nggak ada perasaan yang bikin ulu hati seperti ditendang sepatu boot. nggak ada greget.
namun, semua penulis terkenal pastilah mempunyai masa sulit sebelum masa jaya datang. mempunyai catatan buruk yang hitam kelam, sebelum datang masa terang benderang. merasakan masa terpuruk, sebelum datang masa gilang-gemilang. jatuh tersungkur, terbalik, terombang ambing. pasti. itu semacam rumusan dalam hidup yang telah Tuhan atur. sebuah skenario yang hanya Tuhan semata yang mengetahuinya. kita sebagai hamba yang mengabdi hanya menjalankan peran dan berbuat sebaik mungkin. kita adalah aktris dan aktor bagi kehidupan kita sendiri, yang dibayar mahal oleh Tuhan dengan alam semestanya yang memanjakan kita. dibayar dengan karunia, rahmat, dan kasih sayang-Nya. maka, jika seseorang menjadi aktris atau aktor sebagai pekerjaannya. maka dipastikan ia adalah seorang yang menjalankan dua peran dalam hidupnya dan dalam pekerjaannya.
bang Andrea, seperti malaikat dengan sayap kecil dan lingkaran berwarna emas diatas kepalanya yang diturunkan Tuhan untuk memperbaiki semangat gue dalam hal tulis menulis. jika punya satu kesempatan lagi untuk bertemu dengannya, gue ingin sharing lebih banyak ilmu tentang tulis menulis. bagaimana ia menyusun kata hingga terbentuk kalimat yang bikin mulut gue ternganga ketika mambacanya? bagaimana ia bisa menyusun paragraf demi paragraf hingga menjadi sebuah cerita yang membuat gue terpukau melotot? bagaimana bang Andrea begitu lincah menggunakan bahasa untuk membuat gue seakan meleleh sehabis membaca buku tersebut? itu karunia Tuhan kawan... itu karunia Tuhan...
tak sembarang Tuhan menurunkan karunia-Nya untuk umat-Nya. adalah orang-orang terpilih yang membuat karunia Tuhan menjadi sangat bermanfaat bagi manusia lain. tentu saja bang Andrea bukan seorang Nabi. ia hanya manusia biasa yang Tuhan beri keindahan dalam tulisannya. dalam otaknya. dalam kepalanya. jika karunia sebagai seorang penulis seperti itu bisa dipelajari dengan cara bertapa di gunung atau di goa penuh dedemit, maka itulah yang akan gue lakukan. membuat orang lain senang akan karya kita adalah salah satu cara mudah mendapat pahala. bukankah itu suatu kebaikan untuk orang lain? dan bukankah itu hal yang tidak sia-sia?
sebelum bang Raditya Dika begitu heboh dikalangan manusia berpikiran kambing, bang Andre memang telah lebih dulu mencuri hati gue. doi lebih dulu menyimpulkan pita indah berwarna emas di hati gue. seolah hati gue adalah sebuah kotak kado yang entah apa isinya. meletupkan semangat, menggojlok mental dalam menulis, membangunkan hasrat ingin menjadi penulis terkenal tingkat kabupaten yang dahulu tertidur pulas akibat keracunan girlband, dan mengembalikan keinginan ingin membuat karya tulisan yang dahulu sempat raib mencari tuan yang baru. sungguh ironis semangat ini kawan! jika ini puzzle, maka tak akan tersusun dengan rapi dan takkan nampak gambar apa yang terpajang di kepingan-kepingan itu.
keraguan memang selalu ada. apalagi rasa malas dan tak kunjung munculnya ide-ide baru adalah godaan menghentikan kegiatan menulis. ceritanya mengambang bak kotoran hanyut di sungai. mengikuti arus, jika deras maka ia akan tenggelam, jika arus tenang makan ia akan terombang ambing secara kemayu. rasa itu yang susah sekali dihindari ternyata. kadang kala terhambat berbagai macam permasalahan duniawi yang sebetulnya jika dikerjakan dengan baik makan akan cepat teratasi. cuma, manusia itu dicipatakan Tuhan berbeda. manusia kadang ingin sesuatu yang beda dari biasanya, senang akan hal-hal lain yang baru dan gemar akan cara pandang yang berbeda. sehingga, masalah yang awalnya mudah diselesaikan dengan cara yang mudah pula, menjadi sulit karna cara yang ditempuh pun sulit. jika opini gue ini nggak berkenan di hati kalian, silakan lapor ke pos forkabi terdekat.
lalu, bagaimana menjadi seorang penulis yang baik? yang tulisannya bisa diterima oleh masyarakat. yang bisa mendatangkan pahala juga mendatangkan rizki yang halal? jawabannya hanya ada di otak. otak kawan! organ manusia yang 98% terbuat dari air itu sungguh luar biasa pengaruhnya bagi kehidupan kita. ia adalah penguasa kedua setelah jantung dalam susunan organisasi kepemimpinan sistem tubuh. badan sehat, jika otak tak sehat bisa dibilang gila. begitu pula sebaliknya. kenapa Tuhan menaruh otak didalam kepala kita? diatas dari bagian tubuh kita, kenapa? kenapa tidak Tuhan letakkan di gundukan dua buah daging pantat? karna diataslah yang sempurna kawan.. tempat teragung adalah kepala. jika tubuh ini kerajaan, maka kepala ada singgasananya. dan otak yang berperan sebagai raja, bermahkotakan emas mengkilat 24 karat dbertaburan permata. didalam singgasana tubuh ini terdapat sebuah benda amat fantastis, bertekstur lembek, namun mempunyai kedahsyatan luar biasa. dialah otak.
sudahlah ngalor ngidulnya. yang jelas, satu alasan yang membuat semangat menulis gue kembali meletup adalah membaca. dari membaca, terbukalah cakrawala baru. membuka imajinasi baru dan sudah tentu ilmu baru yang sebelumnya tidak kita ketahui. tak salah jika Tuhan memberi wahyu kepada Nabi Muhammad adalah penggalan surat dari Al-Quran yang berbunyi "Bacalah!".
sebagai umat yang taat, sepantasnyalah kita aplikasikan ayat tersebut. membaca akan membuat kita pintar, karna buku gudangnya ilmu. jika setuju? follow me..... @vikryviik
sudahlah ngalor ngidulnya. yang jelas, satu alasan yang membuat semangat menulis gue kembali meletup adalah membaca. dari membaca, terbukalah cakrawala baru. membuka imajinasi baru dan sudah tentu ilmu baru yang sebelumnya tidak kita ketahui. tak salah jika Tuhan memberi wahyu kepada Nabi Muhammad adalah penggalan surat dari Al-Quran yang berbunyi "Bacalah!".
sebagai umat yang taat, sepantasnyalah kita aplikasikan ayat tersebut. membaca akan membuat kita pintar, karna buku gudangnya ilmu. jika setuju? follow me..... @vikryviik

