sejak gue di nobatkan menjadi "Mahasiswa Galau Kuliah 2012" oleh mading se-kampus di tiap fakultas. kini, gue kembali mendapat anugerah dari petugas parkiran di tebet sebagai "Pedagang Sepatu Kreatif Minggu ke-2 Bulan September". entah apa yang mendorong mereka untuk repot-repot memberi penghargaan itu buat gue. yang jelas, gue menerima dengan senang hati atas penghargaan yang mereka berikan. alasannya mungkin sederhana, saat gue liat orang sukses dengan kesibukannya dan menghasilkan uang yang cukup menggiurkan. maka gue akan dengan senang hati mengikutinya. tak banyak yang diharapkan. tak muluk-muluk menuntut hasil sempurna. tak berlebihan mengerjakannya. namun, gue senang melakukannya. apapun yang membuat hati riang gembira dan tentunya menghasilkan benih-benih rupiah lahir didompet gue, makan gue akan sangat senang melakukannya. sederhana, namun cukup membius pedagang rujak cinggur deket rumah gue.
berawal dari ketertarikan gue dengan sepasang sepatu yang dipasang di display picture bbm milik kawan gue. sat itu, gue lihat sepatu berwarna hitam dengan alas berwarna putih dan model yang cukup simpel. lebih mirip sepatu kung fu yang dipake Jackie Chan waktu shooting film "Dukun Beranak Belajar Silat". agak teplek gitu. menarik. sangat menarik. gue jadi berkhayal. andai sepatu itu melekat di kaki gue. andai sepatu itu bisa gue miliki. andai sepatu itu menemani langkah kaki gue. andai sepatu itu menjadi saksi keberhasilan gue menginjak seonggok tai kucing di taman kampus. andai sepatu itu bisa merasakan betapa harumnya jempol kaki gue. andai sepatu itu bisa membius pejalan kaki yang lewat dan menjadikan gue sebagai bahan tontonan-lebih mirip topeng monyet sepertinya-mereka. dan andai sepatu itu bisa meluluhkan hati dosen agar cepat meluluskan gue. jadi gila sendiri kalo dipikir-pikir.
tapi nggak berhenti disitu. gue mencoba bertanya, berapakah harga sepatu yang telah mencuri hati gue malam itu? cukup fantastis, bombastis, dinamis, ekonomis, dan sipilis-ups-. harga yang ditawarkan tak menarik. harga sepatu tersebut sekitar .............. cukup mengagetkan isi dompet gue. bukannya nggak mampu, namun ada banyak pertimbangan mengeluarkan banyak uang untuk barang yang notabene-nya kita injak-injak. ya, sepatu dipake buat di injak-injak. masa sepatu dipake di bibir. agak mengganggu dengan banderol yang ditawarkan kawan gue. baiklah, cukup sampai disitu.
singaktnya, lebih baik gue ikutan jualan sepatu tersebut. dan saat itu waktu panas matahari diatas kepala dan debu jalan beterangan menghempas wajah gue yang aduhai kece-nya, gue putuskan GUE AKAN MENJADI PENJUAL SEPATU YANG SUKSES DUNIA DAN AKHIRAT...
hari ke hari. minggu ke minggu. dan sampai saat ini sudah tiga bulan gue menjadi penjual sepatu. rupiah kadang anteng berlama-lama didalam dompet gue. mereka tak lagi sensi. mereka tak lagi judes binti jutek. costumer berdatangan, seiring rajinnya gue memasang foto-foto sepatu tersebut di dp bbm gue. gue makin akrab dengan bau-bau karet khas sepatu baru. gue mulai jago pasang kardus sepatu. gue mulai tau cara tawar menawar yang baik dan benar, karna gue baca buku karangan Bhan Tet Luw. penulis asli tionghoa yang migrasi ke Parung akibat kecintaannya dengan durian. beliau menulis buku "CALA MENAWAL YANG BENAL". karna orang cina nggak bisa ngomong R, jadi beliau menulis buku tersebut tanpa menggunakan huruf R.
hasilnya lumayan bagus. walaupun kadang ditinggal customer. minimal seminggu gue mendapat beberapa pesanan sepatu. mulai dari tetangga yang gampang gue kibulin, sampe bocah SMA labil yang nggak tau merk dan harga. agak jahat memang. yang pasti, rupiah tetap terbaring indah didalam dompet gue. itu prinsip sob! tapi, saat ini gue bertekad dengan sangat kuat. keuntungan dari hasil penjualan sepatu akan gue tabung untuk modal naik haji anak gue nanti. Pffffffftt.. terlalu jauh dan muluk-muluk emang. berapa pun keuntungannya, pasti akan gue simpen didalam kantong celana bokap. gue udah menyiapkan celengan berbentuk talas bogor yang gue simpan rapat-rapat dilubang wc. jadi, ketika gue mau simpan uang gue. gue tinggal menekan tombol "push", kemudian kotoran berhamburan. becanda..becanda.. celengan bentuk talas bogor itu gue simpan dibawah lemari kost gue. PERHATIAN!!! TULISAN INI TIDAKLAH PENTING. HARAP KLIK TOMBOL EXIT (x). TERIMA KASIH.
cita-cita menjadi penulis agak tergeser dengan hasil jualan sepatu yang bikin gue geregetan pengen jambak rambut genderuwo. ada hasrat yang memuncak saat terima uang dari customer. ada kerinduan yang sangat dalam akan kata-kata "makasih ya..sepatunya bagus". ada gairah yang memuncak ketika ada pesanan datang. dan ada ketenangan saat rupiah mengisi dompet gue. So, mari berdagang. mari berwirausaha. walaupun mata kuliah Kewirausahaan gue dapet nilai C, gue yakin dalam aplikasinya gue bisa dapet nilai A+++++++++++++++++++. who knows??
hanya kepada Allah-lah kita bergantung..
Wassalam..
VIKRY PAMIT :)
@vikryviik
No comments:
Post a Comment