"ratapan anak singkong.."
judul diatas memang layak banget disematkan dipundak gue. mirip jendral dilantik oleh presiden. judul tersebut memang bisa dibilang saduran dari sebuah judul skripsi orang sakit jiwa. namun apa daya. anak singkong seperti gue memang pantes meratapi nasib yang tak kunjung bahagia. agak naif ya kalo bilangnya seperti ini. biar bagaimana, sekecil apapun kebahagiaan yang kita rasakan, kita nikmati, kita dapati semua harus disyukuri dengan sepenuh hati. boleh jadi kebahagian yang kecil itu adalah serpihan-serpihan dari kebahagiaan kita di masa mendatang. Amien.
jadi, malam ini. disebuah bangku besi. disebuah atap toko. dimeja bulat. dihadapan kawan-kawan gue. gue berikrar atas nama masa depan gue yang gilang gemilang. cerah terarah. damai sentosa. masa depan gue yang jauh dari fiktif dan fatamorgana. masa depan gue yang tidak ada akting dan skenario. masa depan gue yang tanpa drama. masa depan gue yang tanpa bahan pengawet. gue berikrar,
"GUE AKAN MEMBENAHI SELURUH KEHIDUPAN GUE MULAI SAAT INI. TERHITUNG DARI POSTINGAN GUE KALI INI. GUE AKAN BERSUNGGUH-SUNGGUH MENGEJAR CITA-CITA YANG TERUKIR, ASA YANG TERGAMBAR, MIMPI YANG TERLUKIS, KEINGINAN YANG MELUAP-LUAP, DAN HARAPAN YANG MENGGEBU-GEBU. DENGAN MENYEBUT NAMA ALLAH YANG MAHA PENGASIH LAGI MAHA PENYAYANG... GUE MULAI HIDUP GUE YANG BARU"
dimana kau cita-cita? aku akan mengejarmu sampai kaki tak kuat melangkah. sampai raga tak sanggup merasa. sampai otak tak bekerja.
kemana kau mimpi? jangan kau pergi. kulukis dirimu dalam balutan tinta emas dari semangatku. kugapai kau. kurangkul tak kulepas.
dimana kau asa? kupasung dalam ruang sesak tak berpenghuni, di gerbong gelap tak bercahaya. ingin kau bermandikan selimut sinar pelangi, berpendar dan berirama.
@vikryviik
No comments:
Post a Comment