"ada dua macam tipe penulis. tipe pertama, nulis yang penting. tipe kedua, yang penting nulis"
gue termasuk yang kedua sepertinya. karena jujur, gue belum bisa membuat tulisan yang penting untuk orang lain. apalagi sampe dijadiin referensi, trus sampe dibikin seminar. itu sungguh luar biasa menurut gue. bagi gue, membuat sebuah tulisan apapun itu sangatlah penting. bagaimana seorang penulis merangkai kata demi kata hingga menjadi sebuah kalimat. kalimat menjadi paragraf. dan paragraf menjadiiii....... menjadi apa lagi ya? emang cita-cita gue dari SD kelas tiga buat jadi penulis. semua berawal dari pelajaran bahasa indonesia. disuruh mengarang bebas oleh guru tersebut, kemudian di nilai. gue inget banget, saat itu gue nulis tentang "alas kaki". agak aneh kalo dipikir-pikir. kenapa juga harus alas kaki? saat gue liat nilai yang diberikan guru bahasa tersebut, gue kaget bukan kepalang. gue dapet nilai 85. nilai yang sangat besar. gue bangga setengah jongkok. gue merasa keren. gue merasa guru tersebut suka dengan tulisan gue. gue merasa pintar saat pelajaran bahasa indonesia. gue merasa ganteng didepan Zakia *akan gue ceritakan nanti, siapa Zakia...*, dan gue merasa hebat. dada gue membusung. bangga campur sombong.
gue masih melanjutkan moment paling keren saat itu. duduk dengan angkuh sambil memegang buku tulis pelajaran bahasa indonesia. dengan nilai 85 dan di bubuhi paraf guru tersebut. rambut gue yang agak cepak gue kibas-kibas. bangga banget gue. gue menunggu moment saat temen sebangku gue bertanya berapa nilai mengarang saat itu. gue hanya senyum-senyum. menanti pertanyaan temen sebangku gue. dan akhirnya dia pun bertanya. nggak sabar juga bibir gue buat pamer nilai karangan dengan nilai 85 itu.
"nilai lu berapa vik?" tanya temen sebangku gue. gue belum menjawab. gue hanya tersenyum. agak angkuh sedikit.
"85. lu berapa?" tanya gue balik.
"95.." jawabnya singkat, dilanjutkan diam dan memasang ekspresi datar luar biasa.
duuuuaaaaarrrr...!!!!
kayak kompor meleduk dengernya. kenapa nilai dia lebih tinggi dari gue? penasaran menggelayuti otak gue.
"emang lu mengarang apa? kok dapet nilai 95?" tanya gue.
"lubang buaya.." jawabnya singkat.
"oh"
masih penasaran dengan nilai yang diberikan guru bahasa tersebut. akhirnya gue memutuskan untuk melihat seluruh nilai milik temen sekelas. satu persatu gue tanyain berapa nilai mengarang bebas milik mereka masing-masing. satu persatu. dan gue mendapatkan kekecewaan. rata-rata nilai temen sekelas diatas 90. hanya ada seorang siswa yang mendapat nilai 65. Rizky namanya. bocah gemuk dengan mata besar dan rambut berdiri mirip rumput ilalang. memang anak itu agak "rada-rada". agak terbelakang, eh bukan terbelakang. apa ya sebutannya? agak oon deh. alhasil, nilai mengarang gue memang diatas Rizky, tapi kenapa yang lain dapet nilai diatas 90 sedangkan gue satu-satunya siswa yang mendapat nilai 85. walau nilai gue jauh diatas Rizky, tapi tetep aja agak gondok.
nah, sejak saat itulah gue jadi bersungguh-sungguh kalo pelajaran bahasa indonesia. makin seneng kalo disuruh mengarang bebas. dirumah pun gue sering bikin cerita-cerita sangat pendek. hasil imajinasi anak ingusan tempo dulu. pengen ke dufan lah, pengen ikut kampanye partai lah, pengen beli sega lah, pengen ini lah, pengen itu lah. jadi banyak berimajinasi dan gue tuangkan kedalam karangan.
ngomong-ngomong soal Zakia *ehemmm..*. doi itu dulu sahabat terdekat gue, sangat dekat. doi satu-satunya anak perempuan yang pernah ngasih tissue saat gue lagi kepanasan. ini cerita nggak ada romantis-romantisnya. malah agak malu juga buat ditulis. gini ceritanya *backsound suara ngorok..*
saat itu upacara hari senin. upacara bendera yang wajib diikuti oleh tiap siswa dan guru-guru di sekolah. ini semacam tradisi nasionali. dari jaman bokap gue sekolah nggak pake alas kaki, upacara bendera itu udah ada. jadi saat upacara bendera hari senin, matahari memancarkan sinarnya begitu terik. cahayanya menyilaukan. sialnya angin pagi itu tak bertiup. membuat pagi semakin panas. peluh gue bercucuran. di jidat. merembes pula di seragam sekolah gue. tiba-tiba sebuah jari-jari mungil dengan kuku-kuku kecilnya menyodorkan sehelai tissue. gue menengok, siapakah yang berbaik hati memberikan sehelai tissue nya untuk menyeka keringat gue? ternyata Zakia. Zakia Hani nama lengkapnya. siswi satu kelas dengan gue berambut ikal sebahu. dengan alis sedikit tebal dan dua buah taring yang agak menonjol di barisan gigi-gigi putihnya. dia memberikan sehelai tissue disertai senyuman yang membuat dua taringnya menyapa gue pagi itu. gue terima sehelai pemberian Zakia. dan sejak saat itu kami berteman akrab. sering pula dia di godai oleh temen sekelas gue.
"ciiyeeeee Zakiaaaa.." ledekan culun khas anak SD.
gue yang agak ge-er, jadi seneng di godain gitu. nggak tau kalo Zakia-nya, mungkin dia risih di godain kayak gitu. apalagi di gosipin sama vikry, siswa yang sama sekali nggak famous di sekolah. siswa cupu dengan rambut cepak. tapi saat itu gue emang nggak bisa bohong sih, cinta monyet gue pertama kali itu mungkin sama Zakia. agak melankolis jadinya.
setelah lulus SD, gue nggak tau Zakia Hani melanjutkan ke sekolah mana. dan sampai sekarang pun gue nggak tau keberadaannya. dimana pun dia berada, gue harap Tuhan selalu menjaganya. Amien.
intinya, sampe sekarang pun gue nggak berhenti buat menulis. buat mengarang. cita-cita gue sederhana kok, gue cuma pengen jadi penulis yang dikenal di tingkat kabupaten aja, nggak lebih dan nggak muluk-muluk. orang se-kabupaten suka dengan tulisan gue, itu aja udah bikin gue seneng. gue nggak muluk-muluk mau jadi Andrea Hirata. gue nggak muluk-muluk mau jadi Raditya Dika. yang penting terus membuat karya lewat tulisan. rejeki udah di tentuin oleh Tuhan, hanya saja kita harus giat mencarinya. dari mana asalnya, yang penting prosesnya halal. kalo rejeki gue bukan dari menulis gue terima dengan lapang dada. FIGHTING!!!!
Salam kangen buat ZAKIA HANI... :)
VIKRY PAMIT :)
@vikryviik
Salam teman SD, tenang aje nilai ngarang ane waktu SD ga pernah lebih dari 75 jadi tetep ada yg lebih parah hehe bangga amat nilai segitu ya.
ReplyDeleteJadi ngerasa juga kalau selama ini masuk golongan tipe penulis yang kedua. Nulis apa bae dah (kata orang Jabon sih gitu), ada yang baca Alhamdulillah, ga ada yang baca ya stay cool aje, keep writing!!
Ujung2nye promosi kali aja mau baca coretan2 yang ga penting tapi maksa ditulis di www.nilaamalia14888.blogspot.com
Maaf komennya kepanjangan, met lebaran mohon maaf lahir batin bro..
yang penting kemauan nulisnya.. keep writing juga yeeee :)
ReplyDeletemohon maaf lahir bathin juga. makasih komennya ye kawan SD :)