Thursday, November 29, 2012

Bingung Kasih Judulnya Nih????

ada semacam ruh yang merasuk kedalam tubuh gue. sejak gue baca novel karangan bang Andrea Hirata. ada perasaan yang dapat dijelaskan. ada keinginan yang tak dapat diungkapkan. dan ada sebongkah rahasia yang gue sendiri tak tahu apa itu. berawal dari novel berjudul "Maryamah Karpov" yang dipinjam kawan gue diperpustakaan sekolah tempatnya mengajar. berawal dari situlah perasaan yang diam-diam menelisik, menggelitik dan megusik hati gue. ada sesuatu yang baru yang gue rasakan setelah membaca novel tersebut. dan tentu saja, ini bukan kali pertama gue membaca tulisan karangan novelis terkenal itu. malah, kalau mau dibilang pembaca absurd macam gue ini telah lebih dulu membaca novel dengan judul "Padang Rembulan" karangan si abang berambut ikal tersebut. agak loncat dan nggak sesuai alur. nggak berurutan.
tapi dari membaca tulisan beliau-lah gue menemukan semacam pencerahan. semacam ruqyah untuk semangat menulis gue yang sempat memudar akibat kegiatan jualan sepatu yang gue sendiri kapan khatam-nya. mulai kembali gue buka cerpen karangan gue sendiri. mulai gue lanjutin kembali cerpen karangan gue itu. ya, walaupun hanya nambahin satu atau dua kata. yang penting ada kemajuan untuk semangat menulis gue. cerpen yang angot-angotan gue itu kadang membuat gue bangga, kadang bikin gue senewen dibuatnya. entah apa maksudnya, tapi gue sendiri nggak menemukan feeling jika membaca tulisan sendiri. seperti nggak ada perasaan yang bikin jantung jumpalitan. nggak ada rasa yang bikin lambung dikocok. nggak ada perasaan yang bikin ulu  hati seperti ditendang sepatu boot. nggak ada greget.

namun, semua penulis terkenal pastilah mempunyai masa sulit sebelum masa jaya datang. mempunyai catatan buruk yang hitam kelam, sebelum datang masa terang benderang. merasakan masa terpuruk, sebelum datang masa gilang-gemilang. jatuh tersungkur, terbalik, terombang ambing. pasti. itu semacam rumusan dalam hidup yang telah Tuhan atur. sebuah skenario yang hanya Tuhan semata yang mengetahuinya. kita sebagai hamba yang mengabdi hanya menjalankan peran dan berbuat sebaik mungkin. kita adalah aktris dan aktor bagi kehidupan kita sendiri, yang dibayar mahal oleh Tuhan dengan alam semestanya yang memanjakan kita. dibayar dengan karunia, rahmat, dan kasih sayang-Nya. maka, jika seseorang menjadi aktris atau aktor sebagai pekerjaannya. maka dipastikan ia adalah seorang yang menjalankan dua peran dalam hidupnya dan dalam pekerjaannya.

bang Andrea, seperti malaikat dengan sayap kecil dan lingkaran berwarna emas diatas kepalanya yang diturunkan Tuhan untuk memperbaiki semangat gue dalam hal tulis menulis. jika punya satu kesempatan lagi untuk bertemu dengannya, gue ingin sharing lebih banyak ilmu tentang tulis menulis. bagaimana ia menyusun kata hingga terbentuk kalimat yang bikin mulut gue ternganga ketika mambacanya? bagaimana ia bisa menyusun paragraf demi paragraf hingga menjadi sebuah cerita yang membuat gue terpukau melotot? bagaimana bang Andrea begitu lincah menggunakan bahasa untuk membuat gue seakan meleleh sehabis membaca buku tersebut? itu karunia Tuhan kawan... itu karunia Tuhan...
tak sembarang Tuhan menurunkan karunia-Nya untuk umat-Nya. adalah orang-orang terpilih yang membuat karunia Tuhan menjadi sangat bermanfaat bagi manusia lain. tentu saja bang Andrea bukan seorang Nabi. ia hanya manusia biasa yang Tuhan beri keindahan dalam tulisannya. dalam otaknya. dalam kepalanya. jika karunia sebagai seorang penulis seperti itu bisa dipelajari dengan cara bertapa di gunung atau di goa penuh dedemit, maka itulah yang akan gue lakukan. membuat orang lain senang akan karya kita adalah salah satu cara mudah mendapat pahala. bukankah itu suatu kebaikan untuk orang lain? dan bukankah itu hal yang tidak sia-sia?

sebelum bang Raditya Dika begitu heboh dikalangan manusia berpikiran kambing, bang Andre memang telah lebih dulu mencuri hati gue. doi lebih dulu menyimpulkan pita indah berwarna emas di hati gue. seolah hati gue adalah sebuah kotak kado yang entah apa isinya. meletupkan semangat, menggojlok mental dalam menulis, membangunkan hasrat ingin menjadi penulis terkenal tingkat kabupaten yang dahulu tertidur pulas akibat keracunan girlband, dan mengembalikan keinginan ingin membuat karya tulisan yang dahulu sempat raib mencari tuan yang baru. sungguh ironis semangat ini kawan! jika ini puzzle, maka tak akan tersusun dengan rapi dan takkan nampak gambar apa yang terpajang di kepingan-kepingan itu.
keraguan memang selalu ada. apalagi rasa malas dan tak kunjung munculnya ide-ide baru adalah godaan menghentikan kegiatan menulis. ceritanya mengambang bak kotoran hanyut di sungai. mengikuti arus, jika deras maka ia akan tenggelam, jika arus tenang makan ia akan terombang ambing secara kemayu. rasa itu yang susah sekali dihindari ternyata. kadang kala terhambat berbagai macam permasalahan duniawi yang sebetulnya jika dikerjakan dengan baik makan akan cepat teratasi. cuma, manusia itu dicipatakan Tuhan berbeda. manusia kadang ingin sesuatu yang beda dari biasanya, senang akan hal-hal lain yang baru dan gemar akan cara pandang yang berbeda. sehingga, masalah yang awalnya mudah diselesaikan dengan cara yang mudah pula, menjadi sulit karna cara yang ditempuh pun sulit. jika opini gue ini nggak berkenan di hati kalian, silakan lapor ke pos forkabi terdekat.

lalu, bagaimana menjadi seorang penulis yang baik? yang tulisannya bisa diterima oleh masyarakat. yang bisa mendatangkan pahala juga mendatangkan rizki yang halal? jawabannya hanya ada di otak. otak kawan! organ manusia yang 98% terbuat dari air itu sungguh luar biasa pengaruhnya bagi kehidupan kita. ia adalah penguasa kedua setelah jantung dalam susunan organisasi kepemimpinan sistem tubuh. badan sehat, jika otak tak sehat bisa dibilang gila. begitu pula sebaliknya. kenapa Tuhan menaruh otak didalam kepala kita? diatas dari bagian tubuh kita, kenapa? kenapa tidak Tuhan letakkan di gundukan dua buah daging pantat? karna diataslah yang sempurna kawan.. tempat teragung adalah kepala. jika tubuh ini kerajaan, maka kepala ada singgasananya. dan otak yang berperan sebagai raja, bermahkotakan emas mengkilat 24 karat dbertaburan permata. didalam singgasana tubuh ini terdapat sebuah benda amat fantastis, bertekstur lembek, namun mempunyai kedahsyatan luar biasa. dialah otak.

sudahlah ngalor ngidulnya. yang jelas, satu alasan yang membuat semangat menulis gue kembali meletup adalah membaca. dari membaca, terbukalah cakrawala baru. membuka imajinasi baru dan sudah tentu ilmu baru yang sebelumnya tidak kita ketahui. tak salah jika Tuhan memberi wahyu kepada Nabi Muhammad adalah penggalan surat dari Al-Quran yang berbunyi "Bacalah!".
sebagai umat yang taat, sepantasnyalah kita aplikasikan ayat tersebut. membaca akan membuat kita pintar, karna buku gudangnya ilmu. jika setuju? follow me..... @vikryviik


Syukur Tak Semudah Tutur

pernahkah kalian melihat maling ayam dihukum oleh masyarakat dengan cara dibakar hidup-hidup?
pernahkah liat maling sandal jepit di masjid dihajar massa sampai babak belur?
dan pernahkah liat pencuri celana dalam wanita dipukuli habis-habisan oleh masyarakat?

ternyata memang masyarakat kita masih menganut hukum "agak-agak rimba", gue pun nggak ngerti dengan alasan tersebut. istilah main hakim sendiri itu sepertinya apresiasi masyarakat terhadap hukum yang melemah di negara kita. bayangkan kawan, maling ayam yang dibakar hidup-hidup oleh masyarakat. apakah kalian tak miris mendengarnya? sedangkan yang meraup uang rakyat miliaran rupiah, bahkan triliunan rupiah masih bebas melenggang dengan mobil mewah. masih menikmati asiknya duduk di sofa empuk ditemani secangkir kopi hangat. kadang pergi plesiran keluar negeri, dengan tanpa beban. hukum kita ini timpang bukan main. hukum kita oleng. hukum di negeri kita itu bak kapal karam akibat hantaman ombak yang menabrakan kapal kita ke karang yang besar. hukum kita ibarat kerupuk, terendam air langsung menciut tak berguna tak bisa dimakan. dan anehnya, semua sadar akan hal itu. namun masing-masing orang hanya acuh dan seakan pura-pura tak tahu. malah, pura-pura tak mendengar bahwa jeritan masyarakat kaum bawah amat memekikkan telinga.
masih banyak masyarakat miskin yang tak mampu membeli beras walau hanya satu liter. tempat tinggal yang tak layak. sepertinya pemerataan sosial hanya nyanyian belaka. apa inti dari pemerataan sosial? memaksa rata dan merata-ratakan yang tak rata, jika tak bisa rata ya tak usah diratakan. tak usahlah ke pelosok negeri diujung pulau sana. kita lihat di ibukota saja, yang katanya magnet besar bagi para pendatang untuk mencari penghasilan lebih. di ibukota pun kadang masih terlihat dengan jelas bangunan terbuat dari triplek kayu teronggok bagaikan kotoran tak dihiraukan. di bantaran kali, bahkan di pinggir rel. sedangkan yang kaya, asik tidur di ranjang empuk dengan tiupan AC yang menyejukkan. membuat mimpi dipastikan indah.

kenapa gue nge-bahas seperti ini? ini pun adalah jeritan hati gue yang telah lama gue pendam. melihat dan meyaksikan kesusahan orang lain tanpa membantunya adalah salah satu dosa besar. tak muluk sebenarnya, jika tak mampu membuat hidup rakyat miskin berubah menjadi lebih baik. paling tidak meringankan beban mereka. ada setitik cita-cita dalam otak gue yang akhir-akhir ini menggelayut bak orang utan. kalau sukses nanti, ingin gue membuka sebuah lapangan pekerjaan untuk mereka. apapun pekerjaannya, yang jelas menaungi orang-orang miskin adalah cita-cita yang mulia. ketimbang menjadi politisi atau gubernur atau bupati atau anggota dewan atau presiden sekalipun, jika tak ada niat memperbaiki saudara yang kesusahan, tentunya tak akan terlaksana.
cita-cita merupakan doa yang tak terucapkan. jika doa yang baik, maka malaikat akan mencatatnya. kalaupun doa itu belum terkabulkan setidaknya kita sudah mendapat pahala atas doa yang baik tersebut. begitulah yang gue pelajari dulu. menjadi orang kesusahan amatlah tak menyenangkan, semua terbatasi. semua dikotaki. keinginan yang tak tercapai membuat pikiran menjadi ikut-ikutan tak tenang. dan jangan salah, menjadi orang yang bersyukur jauh lebih sulit. menempatkan rasa syukur diatas segalanya memang sulit, dan belajar mensyukuri apa yang telah diberikan sulit juga. lalu? belajar bersyukurlah. gue pernah mengutip dari twitter seorang yang terkenal di negeri ini. ia adalah seorang musisi senior di ibu pertiwi. beliau bilang "bersyukur obat paling mujarab macam2 penyakit", "walaupun tak semudah tutur tapi itulah nyatanya kekuatan bersyukur", "tapi memang perlu latihan utk bisa bersyukur. selamat berlatih" -@iwanfals-

jadi, apakah kita sudah menjadi orang yang selalu bersyukur? atau baru ingin belajar cara bersyukur?

@vikryviik

Thursday, November 22, 2012

Lukisan Hujan Tak Terbayangkan

hujan..
jakarta akhir-akhir ini sering diguyur air yang dimuntahkan dari langit. awan hitam sering nampak dilangit ibukota. dipenghujung November hujan sudah rajin menyapa jakarta. membuat genangan air terbuat di jalan jalan. indah, namun banyak keluh kesah tak bersyukur. padahal, hujan adalah sebuah anugerah yang Tuhan turunkan untuk umat-Nya. tak pandang ia beriman ataupun berdosa. tak memilih ia bertakwa tau tidak. tak pandang bulu ia bersyukur atau kufur. tak melihat ia sering berdoa atau berhura-hura. ternyata Tuhan memang Maha Adil. patutnyalah kita menengadahkan tangan mengucap syukur.

seperti sore ini. sejak jarum jam berhenti lama diangka tiga, hujan mulai turun rintik-rintik. tetesannya kecil namun membahana turun ke tanah. membasahi daun-daun yang memenuhi lengan dahan-dahan. mempercantik rerumputan, karena airnya membuat kemilau bias diatas rerumputan. melahirkan embun dikaca-kaca. menyegarkan hati yang gundah gulana. kilatan petir melukis indah dilangit gelap. bergemuruh saling sahut. meledak diujungnya. membuat kilatan cahaya putih nan menyeramkan. namun tak membuat gentar gedung-gedung tinggi di ibukota. mereka angkuh. mereka raja. mereka berdiri tegap. mereka tak bergeming.
jarum jam perlahan merangkak ke angka empat. langkahnya seperti terseok-seok. dipaksa bergerak. dituntut pindah, dan diperintahkan pergi. hujan makin deras. tak lagi rintik-rintik. berkelompok. tetesan airnya kini lebih besar. lebih padat. dan lebih banyak. angin memberi andil di sore ini. menggoyangkan pepohonan. membuat beberapa dedaunan lepas dari dahan. mengoyak-ngoyak. kabel listrik bergerak-gerak. terlilit pedih diatas tiangnya. geraknya tak menentu. angin membuatnya makin kemayu. tak berpendirian. kabel yang membentang tertiup, tersapu, dan terkulai. angin makin ganas, seperti tak mau kalah dari gemuruh petir dilangit. menggoyang tenda-tenda makanan dipinggir jalan. mengibarkan bendera negara yang lemah diatas tiangnya. titik-titik air terhempas dari dedaunan, meninggalkannya dan jatuh ke tanah. sore yang syahdu berubah menjadi kelabu.

aku dan teman yang semula menikmati keindahan hujan rintik-rintik berubah menjadi gelisah. tampias air membentuk gradasi warna tak menentu di layar laptop. warnanya kadang merah, kadang hijau, sebentar jingga, kemudian berubah menjadi ungu. tergantung dari arah mana kita melihatnya. titik-titiknya makin banyak. sejurus kemudian berubah menjadi tetesan. seorang wanita dengan seorang pria disampingku tampak asik menikmati suasana tersebut. mereka sibuk dengan handphone yang dipegang masing-masing orang. tak mempedulikan gemuruh petir, acuh akan angin yang bertiup kencang, dan melengos melihat air hujan yang tampias ke lantai toko tersebut. suasana makin tak menentu dengan air yang menggenang bebas di lantai toko ini. alirannya tak menentu. seperti tak mendapat tujuan. terombang ambing dilantai penuh debu, yang merubah warna air tersebut. aku dan temanku kini sibukmenyelamatkan laptop dan minuman sore kami. karna hujan makin deras, kami takut kopi hangat yang kami beli berubah menjadi kopi dingin. walaupun, aku tak mempedulikan hal tersebut. aku yakin akan manfaat air hujan yang mengandung vitamin B12 itu.

langit berubah menjadi semakin gelap. tak terasa jarum jam kini bercokol diangka enam. diam-diam ia bergerak, mengumpat dan tak bersuara. dikejauhan sayup-sayup terdengar adzan maghrib. suara merdu khas muazdin tingkat nasional merangkak pelan menuju telingaku. suaranya terhalang deru hujan sore ini. namun kemegahan asma Tuhan itu tak dapat dipungkiri keindahannya. penuh makna yang teramat dalam. berisi ajakan kebaikan yang sengaja Tuhan wahyukan kepada umat Muhammad. beruntungnya kita menjadi umatnya.
jalan dipenuhi kendaraan. berbaris bagai semut didinding. lampunya menyilaukan. sore ini, jalan seperti hidup. bersorak-sorai, saling bersahutan klason. ada hasrat yang memuncak bagi pengendara untuk cepat tiba dirumah masing-masing.

sedangkan aku dan kawanku, masih duduk termenung melihat titik-titik hujan yang tak kunjung sudah. menahan rasa lapar yang mulai menggelayuti lambung. mencoba tenang dan tampan dalam suasana hujan deras. aku melihat langit, dan subhanallah betapa indah karunia Tuhan yang telah diturunkan sore ini. diatas langit kelam, kilatan petir yang tak bersuara membentuk lukisan indah tak berkarya. menyiratkan pesan rahasia didalamnya, membuat pandangan terpana, dan membuat sajak terbaca jelas serta indah.

saat asap kopi mengepul digelas kedua, aku bersyukur bersimpuh mengadu atas kelemahanku sebagai seorang hamba...


@vikryviik

Friday, November 16, 2012

Ikrar Anak Singkong

"ratapan anak singkong.."

judul diatas memang layak banget disematkan dipundak gue. mirip jendral dilantik oleh presiden. judul tersebut memang bisa dibilang saduran dari sebuah judul skripsi orang sakit jiwa. namun apa daya. anak singkong seperti gue memang pantes meratapi nasib yang tak kunjung bahagia. agak naif ya kalo bilangnya seperti ini. biar bagaimana, sekecil apapun kebahagiaan yang kita rasakan, kita nikmati, kita dapati semua harus disyukuri dengan sepenuh hati. boleh jadi kebahagian yang kecil itu adalah serpihan-serpihan dari kebahagiaan kita di masa mendatang. Amien.

jadi, malam ini. disebuah bangku besi. disebuah atap toko. dimeja bulat. dihadapan kawan-kawan gue. gue berikrar atas nama masa depan gue yang gilang gemilang. cerah terarah. damai sentosa. masa depan gue yang jauh dari fiktif dan fatamorgana. masa depan gue yang tidak ada akting dan skenario. masa depan gue yang tanpa drama. masa depan gue yang tanpa bahan pengawet. gue berikrar, 

"GUE AKAN MEMBENAHI SELURUH KEHIDUPAN GUE MULAI SAAT INI. TERHITUNG DARI POSTINGAN GUE KALI INI. GUE AKAN BERSUNGGUH-SUNGGUH MENGEJAR CITA-CITA YANG TERUKIR, ASA YANG TERGAMBAR, MIMPI YANG TERLUKIS, KEINGINAN YANG MELUAP-LUAP,  DAN HARAPAN YANG MENGGEBU-GEBU. DENGAN MENYEBUT NAMA ALLAH YANG MAHA PENGASIH LAGI MAHA PENYAYANG... GUE MULAI HIDUP GUE YANG BARU"

dimana kau cita-cita? aku akan mengejarmu sampai kaki tak kuat melangkah. sampai raga tak sanggup merasa. sampai otak tak bekerja.
kemana kau mimpi? jangan kau pergi. kulukis dirimu dalam balutan tinta emas dari semangatku. kugapai kau. kurangkul tak kulepas.
dimana kau asa? kupasung dalam ruang sesak tak berpenghuni, di gerbong gelap tak bercahaya. ingin kau bermandikan selimut sinar pelangi, berpendar dan berirama.


@vikryviik

Thursday, November 15, 2012

Sajak Kasih Tak Sampai

ini sebuah sajak yang dikirim oleh kawan tercinta gue @andisetyawan11, ditujukan untuk seorang wanita yang tak bisa ia miliki. karena gadis tersebut memilih bersanding dengan pria lain. entah apa alasannya. yang jelas cukup membuat kawan gue galau setengah edan.

pelampiasan galau memang bermacam-macam. efek galau pun bermacam-macam. ada yang sampe panu-an. tentu bukan gue orangnya. simak dan rasakan tiap katanya. dalami maknanya...

Waktu..

bila aku harus menuliskan semua tentang rasaku untukmu !
mungkin ratusan buku akan tercipta karenamu dan mungkin itu pun tak kan pernah cukup,
karena...
duniaku hanya penuh dengan gambar dan khayalan yang bercampur aduk dengan kenyataan...
anehnya, entah kenapa..
aku begitu ingin menuliskan semua yang tak mampu kusampaikan padamu,
walaupun aku sama sekali tidak terlalu pandai menuangkan semua perasaanku melalui tulisan..

San ,
Saat kau putuskan untuk pergi,
Yang tertinggal hanyalah aku, disini sendiri..
tak ada hal yang lebih menyakitkan disaat kau ditinggal pergi tanpa ada sebuah alasan..
sepatah kata pun kau tak ucap, mengapa??
kau biarkan aku mencari alasannya sendiri
namun sampai saat ini pun tak ku temukan juga mengapa kau tinggalkan aku..
yang ku tahu kau memilihnya dan tinggalkan aku padahal kita pernah samasama berjanji untuk sehidup semati..
namun kau lebih memilih untuk hidup bersamanya dan membiarkan aku yang mati karena janjimu waktu itu..

kini segalanya kuukir dalam hati
tentang getir yang bernyanyi
atau tentang perih yang menari

pun begitu biarlah semua rasa itu kunikmati
meskipun telah habis airmata
karena sebuah cinta yang kuberi untukmu

Tentang waktu..

meski kau tak lagi menyapaku ,
aku tak pernah lelah membelaimu dengan rinduku ,
sekalipun jemariku terluka dan perih

dulu kau selalu berbagi pagi , siang dan malam denganku ,
kini detikpun tak lagi kau berikan ,
hingga detik yang berlalu ,
menghadirkan perih yang terus mengendap pada hatiku

Kini ,
aku sadar aku tak lagi memilikimu ,
sebab kini telah ada seseorang dalam ruang hatimu ,
yang selalu menemani pagi ,siang dan malammu ..

Entah ,
Kapan aku bisa melupakanmu,
walau sudah ku coba dan terus ku coba..
sampai ku hadirkan wanita lain untuk mengantikanmu,
namun tetap kau tak bisa tergantikan dengan wanita mana pun ,
kau tersimpan dihatiku hingga cinta merawat tempat yang pernah kau singgahi di hati ini..
hingga habis waktu ku..


@vikryviik