Monday, April 16, 2012

Judulnya Apa Ya?

akhirnya dengan tekad yang sudah di bulat-bulatkan, walau doi sendiri pun sudah bulat tak terawat, kawan gue @denfahlevi akhirnya pulang ke habitatnya di pondok kopi. kurang lebih sebulan doi mengembara bersama nyamuk-nyamuk nakal di kost-an. kawan begadang gue ini pulang ke peraduan pada 15 April 2012 pukul 21.45 wib. dengan iring-iringan bom bom car dan ondel-ondel, kawan gue @denfahlevi untuk pertama kalinya sejak sebulan yang lalu menekan kuat-kuat gas motor vario merahnya menuju pondok kopi. selamat jalan @denfahlevi. kenangan selama sebulan tak mudah kami lupakan.
ada rasa penasaran yang amat besar dalam diri gue. yaitu, kenapa kawan gue itu pulang kerumah. kehadirannya kadang memberi nuansa berbeda dari biasanya. kost-an jadi lebih sempit, itu sudah pasti. jadwal makan dan tidur yang tidak teratur, itu sangat jelas. seringnya intensitas tertawa dikost-an, bukan rahasia lagi. sangat jelas kalo nongkrong bareng doi, sudah pasti bakal ketawa ngakak kesana kemari. urat ketawa sukses ketarik-tarik. kepala berhasil pusing saking rutinnya ketawa-ketiwi. 

gue pernah baca di internet, "ketawa selama 20 menit sehari sama dengan olahraga dayung". tapi gue nggak tau bener atau tidaknya informasi tersebut. yang jelas gue lakuin aja informasi yang gue dapet. walau agak Taklidul a'ma ya. jadi, selama ada doi dikosan olahraga yang kita lakukan adalah ketawa. lumayan olahraga dayung dan bikin keringetan. tapi, apa itu Taklidul a'ma? sebagai lulusan pondok yang bisa dibilang gagal. hehehehehehe. kenapa dibilang gagal? iyalah gagal. lulusan pondok itu seharusnya jadi ustadz berjenggot, kemana-mana pake baju koko pake peci. minimal setiap waktu shalat tiba ya jadi muadzin. sedangkan gue, lulus pondok malah pengen jadi anak band. akan gue jelasin apa arti dari taklidul a'ma. kata temen gue yang kuliah di sastra arab. taklidul atau talid itu artinya sesuatu yang tidak jelas. sedangkan a'ma itu artinya mengikuti. jadi pengertiannya adalah mengikuti sesuatu yang tidak jelas. itu gue dapet saat kelas dua Tsanawiyah/dua SMP. pelajaran Mutholaah. nah lho? mutholaah itu apaan? PR nih jelasin apa itu mutholaah.

mutholaah adalah pelajaran bahasa arab. isinya cerita-cerita berbahasa arab. mutholaah melatih otak untuk menghafal kata-kata dari bahasa arab. seberapa cepat kita bisa menghafalnya. dan itu, merupakan pelajaran yang paling menyiksa menurut gue. kenapa menyiksa? menghafal cerita berbahasa arab yang banyaknya ngalahin berita di koran. etdah, sumpah gue! satu cerita bisa sampai lima atau enam paragraf. dan itu berbahasa arab. bahasa arab cuy. bukan bahasa sunda ye.
saking dituntutnya untuk menghafal mutolaah. pernah sewaktu ujian dulu, gue ngapalin mutholaah sampe cari tempat yang sepi. ke masjid, penuh banyak yang ngapalin juga. ke kantin, yang ada malah jajan. ke wc, bikin susah napas. ke jemuran, nanti malah disangka maling jemuran. ke lapangan bola, tulisannya nggak keliatan saking gelapnya. kemana-mana jadi bingung. dilema. galau. mumet. akhirnya gue putuskan untuk menghafal di pinggir jalan deket selokan depan rumah para ustadz. sanggup nggak tuh? walau agak rame dengan lalu lalang motor para ustadz. tapi yang jelas, tempat itulah yang jadi pelabuhan terakhir gue. dan hasilnya saat ujian..... eng ing eeeeeeng... tetep nggak bisa jawab soal yang dikasih. sia-sia gue muter-muter dan keliling lingkungan pondok buat nyari tempat buat menghafal.
pelajaran mutholaah bagi gue menjadi momok yang menakutkan. gue mudah menghafal, tapi mudah juga lupanya. alhasil, pelajaran yang bersifat menghafal gue agak lemot. pernah, waktu itu saking mumetnya kepala gue ngapalin mutholaah. akhirnya empat paragraf sukses gue salin di betis kanan kaki gue. karna dulu betis belum ditumbuhi bulu-bulu halus nan cantik. jadi lancar aja gue tulis di betis. saat ujian berlangsung, gue berakting mengangkat kaki kanan dan gue buka celana sampai ke dengkul. jeng jeeeeeeng... contekan terpampang jelas di betis gue. dan ujian kali itu, gue lewati dengan sukses menjawab semua soal dengan mudahnya.
gue harap nggak ada yang mencontoh apa yang gue lakuin. don't try this at home and exam... jelas belajar lebih baik kok. lebih melekat di otak. kalo belajar cuma buat ujian doank, buat apa? sia-sia. gue yakin pelajaran apapun yang lo hadepin dan lo pelajarin, nggak ada yang sia-sia. semua ilmu pasti kepake. jadi inget kata-kata pimpinan pondok gue KH. Mad Rodja Sukarta. manusia yang paling ditakuti di seantero Darul Muttaqien adalah beliau. semua orang nunduk sama beliau. dari santri, tukang sampah, guru, penjaga kantin, sampe semut merah takut sama beliau. eh, kecuali semut merah ya. semut merah cuma malu doank kok..
kata-kata yang gue inget adalah "jakarta sudah sempit. sudah banyak orang pinternya. kalian harus menyebarkan ilmu yang kalian dapat di daerah-daerah terpencil. pergi sana ke afrika. daerah terluas, sebarkan ilmu kalian. kalian pergi sana ke papua, sebarkan ilmu kalian. pergi sana ke antartika, sebarkan ilmu kalian. jangan jadi mental gerobak, yang harus didorong kalau mau jalan...

intinya, saat ini harus tetep belajar. walaupun bulu sudah menyebar diseluruh badan, tetep harus belajar dan menimba ilmu. kata Rasulullah "tuntutlah ilmu sampai ke negeri cina" (utlubil ilma walaw bi shiin) dalam mahfudzot juga menjelaskan "tuntutlah ilmu dari lahir sampai liang lahat" (utlubil ilma minal mahdi ilal lahdi).

VIKRY PAMIT...

:)

2 comments:

  1. wow.. thank u so much. I'm an amateur writer. :)

    ReplyDelete
  2. Keren.. Coba share lagi kisah2 pondoknya mas.

    ReplyDelete