Sunday, April 29, 2012

Alay? Apa itu?

"cemungudh eaa khakhaaaaa..."

najis..itu kata-kata sungguh najis. 4L4Y. itulah sebutan untuk mereka. kenapa setiap centi tanah jakarta saat ini dipenuhi 4L4Y? mereka menyebarkan ajaran-ajaran yang menurut gue menyesatkan kehidupan layaknya orang normal. kenapa gue harus repot-repot ngebahas tentang 4L4Y di kotaku tercinta? karena ini sudah keterlaluan. mereka nggak habis-habisnya meracuni muda-mudi. saat gue bikin tulisan ini, gue sangat sadar 100 % ya sob. jadi nggak ada rekayasa, nggak ada tipuan kamera, nggak ada trick sulap lainnya. semua nyata. mari kita bahas macam-macam 4L4Y yang meracuni jakarta. cekidotttt..!!!

1. Alay Musik Pagi.
ini alay yang sangat menyesatkan. alay tingkat dewasa. melenggak-lenggok mengikuti irama lagu. dibilang           penari latar bukan. dibilang penonton nggak mungkin, karena mereka juga masuk tv. lantas mereka apa? yang cowok gayanya mirip cewek. gemulai, lemah, meliuk-liuk. mungkin yang baca juga setuju kalo kalian nggak SUKA banget liat pemandangan kayak gitu. apa mereka nggak punya kerjaan? pantas angka presentase joki 3 in 1 kalo pagi itu berkurang. dari joki remaja, kini berganti dengan joki setengah baya.

2. Alay Mall.
dandanan sok ngartis inilah yang bikin sakit mata kalo ngeliatnya. kaus ketat dengan warna mencolok dan sablonan bergambar besar. dengan asseroris berhamburan di badannya. anting piercing nggak jelas. kalung, mirip kalung anjing dengan rantai-rantai segede jempol. gelang, menumpuk banyak dipergelangan. mungkin kalo diperiksa, ada yang dari karet BH tuh! rambut mirip gordyn, mau ngikutin rambut-rambut bintang KPOP, eh malah mirip ayam pop. nutupin mata dan nggak jelas. sepatu sok-sok sneackers nggak jelas. sepatu apa bom-bom car tuh! segede alaihim gambreng.

3. Alay di Handphone.
ini sangat jelas bikin mata muter-muter. tulisan sms dengan huruf-huruf aneh dan membingungkan. gue yakin lo semua tau dan pernah nemuin yangseperti itu. "kAm0e gY pHaa? dAh mA'em b3yUUm?" contohnya seperti itulah. gue yakin, kalian yang sehat wal'afiat pun susah bacanya. apalagi yang bisu? ada lagi di bb. kalo lo perhatiin dengan seksama, di bb pun ada jin alay yang diam-diam merasuki bb lo. mereka nulis nama kontak bbm mereka dengan huruf serba aneh. ada yang salto ke kanan, salto ke kiri. ada yang jumpalitan, kayang sambil makan indomie, ada juga yang jongkok sambil pup *kalo pup pasti jongkok ya*. kadang bikin ribet bacanya. banyak gambar-gambar aneh, emot-emot nggak jelas.

4. Alay di Jalan.
ini alay paling absurd. pernah nggak kalian temuin bocah-bocah labil, seumuran anak SMP kelas 2 atau 3 lah. mereka dengan pede-nya ngendarain motor rombeng, dengan knalpot extra rusak yang memancarkan suara extra pening. ngebut-ngebut dijalan dengan gaya-gayaan. biar dibilang anak motor sejati. tiap malam minggu kerjaannya nge-race di jalan raya. taruhan rokok sebungkus. anjritt, taruhan rokok sebungkus doank sampe relain nyawa. kadang di dengkul dan kaki mereka itu di hiasi oleh luka-luka. luka kena knalpot panas, luka jatuh saat nge-race, luka kena alat-alat bengkel, luka di gigit anjing juga ada kayaknya.

5. Alay di Jejaring Sosial.
jelas ini sangat meresahkan. lo semua pasti sering nemuin di facebook atau twitter. masih dengan huruf-huruf yang berhamburan. misalnya di facebook, nama akunnya aneh banget "aGoOezZcHay4nkMaRnieEcLaMa'NaHin99aTet3zDaR4hPen9HabiezZan". ini sumpah pocong absurd banget. gue yakin lo pernah nemuin yang model seperti ini. dan bikin kepala nyut-nyutan ngebacanya. mungkin kalo di twitter beda lagi. mereka kadang tulis status yang anehnya bikin kesemutan. contohnya "lagi mam eskrim. enyaaaaakk", nanti sejam kemudian update status lagi "mau mandi kok males ya", sejam kemudian update status lagi "iiih, kok ayang kuw ndak bbm yaw?". kadang pake hastag nggak jelas #ciyandeh, #sayangkamoeh, #beraktempe dan lain-lain. anjrittt..kacau kan!

nah, itu tuh yang gue temuin dalam keseharian. mungkin kalo kalian menemukan alay yang lebih alay, bisa share sama gue.

percayalah, nggak bakal remaja indonesia maju kalo kaum mereka masih memenuhi ibukota. jangan sampe anak-anak lo ikut-ikutan mereka. harus dijauhkan. jujur ya, gue sampe mau bikin organisasi GARIS KERAS!! sekali lagi "GUE SAMPE MAU BIKIN ORGANISASI GARIS KERAS YANG MENENTANG ALAY".. anjrooottt. agak berlebihan nggak nih? hehehehehe. kalo kalian mau gabung di forum pemberantasan alay? silakan dateng ke karang taruna terdekat.

tulisan ini gue buat bukan untuk memprovokasi pihak-pihak tertentu ya. gue hanya menilai yang terjadi di lingkungan kita. kadang, dan memang sering bikin kita nggak nyaman dalam melakukan aktivitas. tapi kembali kepada hak asasi manusia tersebut. manusia diberi akal oleh Tuhan untuk berpikir. jadi masing-masing pribadi memang dituntut untuk berpikir. apakah sebagai manusia, kita sudah bermanfaat bagi manusia lain, atau malah merugikan? jadi, tulisan yang gue buat ini, bukan untuk men-judge bahwa alay itu nggak baik. alay itu penyebab tsunami aceh. alay itu yang bikin terorisme di indonesia jadi marak. nggak kok. gue nggak bilang kayak gitu.
yang jelas, sebagai manusia biasa. kita lakukan yang terbaik untuk manusia lainnya. simple kan?

VIKRY PAMIT

:)

Tuesday, April 24, 2012

Bakar Saja Timeline-nya

berapa minggu sudah, sejak postingan "Perjuangan Gugun part. I" gue belum ketik-ketik lagi buat di blog. entah apa yang gue pikirkan. tapi yang jelas saat ini semua terlihat rumit. agak lebay sih emang. semua terasa........ apa ya? gue juga bingung apaan. semua jadi terasa aneh di mata dan lidah gue. kenapa juga harus nyambung ke lidah ya? ah, susah ngejelasinnya. semua udah gue koreksi. semua udah gue inget-inget. semua udah gue flash back. hasilnya, NIHIL. dimata gue semua terlihat semrawut, mirip pintu air manggarai dipenuhi sampah.
gue bercermin di spion motor mio kesayangan temen gue. nggak ada yang berubah. mata tetap dua. hidung tetep landai menggoda. bibir tetep seksi. pipi tetep chubby. kumis pun masih tetep tumbuh jarang. jenggot pun kadang-kadang. nggak ada yang berubah sedikitpun. tapi apa yang bikin ribet? yang bikin rumit? yang bikin jongkok saat pup jadi nggak nikmat. apa? gue juga bingung. sudahlah, tak usah dipikirkan lah boii..

sejak gue memproklamirkan diri gue menjadi penggemar Barcelona. semua temen kost-an jadi memandang aneh. seolah gue berubah, menjelma menjadi manusia bertanduk dengan suara mengembik layaknya kambing bandot. ah, ini bener-bener parah. pandangan mereka jadi terlihat mengerikan. mata mereka seolah membunuh. dan yang paling nggak tahan, lidah mereka mirip silet. tipis. kecil. namun menggores luka teramat dalam. astaga. apa yang salah kalo gue pindah tifosi? ada yang salah? kenapa mulut kalian jahatnya sampe bikin gue cepirit di celana? kenapa lidah kalian jadi mirip bubuk merica? bikin mata pedes. gue di hina secara massal. SECARA MASSAL!!!
bertubi-tubi dan nggak habis-habis. di ketawain layaknya bocah kecil yang nyebur ke selokan. di tunjuk-tunjuk oleh jemari yang gede dan menyeramkan. untungnya nggak diludahin. jujur, gue sakit hati. sindiran-sindiran lewat twitter yang bikin gue makin terperosok ke dalam lubang penuh ular berbisa. mulai dari menjelek-jelekkan tim kesayangan gue, share foto-foto aneh, sampe bikin plesetan aneh-aneh tentang tim gue. asli, berasa di tusuk jarum. kenapa mereka gitu sama gue? tawa mereka seolah ledekan terberat. jujur ya, gue nggak pernah ngeledek tim kesayangan mereka. terutama dengan sindiran. gue paling benci di sindir. GUE PALING BENCI DISINDIR NYEEEETS..!!!! perilaku kayak gitu bisa dibilang norak nggak sih? gue bingung deh.
kenapa gue suka Barcelona? karna permainan cantik mereka. apa salah? gue dibilang bukan tifosi sejati lah, dibilang ini lah itu lah. emang salah gonta-ganti tim? prinsip gue sih simple. boleh gonta-ganti tim, asal jangan gonta-ganti pasangan. simple kan. simple banget. tapi mereka!  dengan tawa lebar dan lepas, beramai-ramai nge-cengin gue, nge-cengin tim gue, nyindir di twitter, tulis status agak melecehkan.
kayak pertandingan pagi ini. semi final liga champion. Barcelona vs Chelsea. jelas Barca kalah gol tandang. seketika, setelah pertandingan usai. sindiran-sindiran di twitter muncul, mengalir deras, menghujani timeline, dan membuat gue sedikit dongkol pengen nampol. walaupun semua timeline yang gue lihat bukan di tujukan untuk gue pribadi. tapi penghinaan mereka terhadap klub kesayangan gue itu berlebihan. berlebihan banget. bikin hastag-hastag sindiran itu sangatlah menyakitkan. bakar saja timeline-nya, biar berasap dan menyesakkan dada. biar mengadu sampai gaduh. yaudahlah yaaaaa..

tapi nggak semua seperti itu. gue tau niat mereka becanda. dan nggak gue anggep serius. nggak dibawa mati juga kok. lagian hak mereka komentar tentang sebuah pertandingan sepak bola. itu hak congor mereka. yaudah lah yaaaa...nggak usah dibawa serius juga. semua ada hikmahnya. yang penting gue tetep pada pendirian gue. yaitu, mendukung Barcelona. itu namanya fans sejati. kalah menang. hujan badai. panas terik. banjir surut. gue tetep dukung Barca.
dan sorry buat temen-temen gue. kalian tetep yang terbaik...

Visca Barca!!!

VIKRY PAMIT

:)

Wednesday, April 18, 2012

Perjuangan Gugun part. I

matahari siang ini sungguh terik. Gugun masih sibuk dengan keranjang besar yang ia pikul. saat anak seumurannya sedang duduk dikelas dan mendengarkan penjelasan dosen, ia malah berpanas-panasan di jalan mencari barang-barang bekas untuk dijadikan uang. ironis memang melihat Gugun. tapi semua ia jalani dengan kesabaran dan tanpa mengenal lelah. sejak ibunya terserang lumpuh dan ayahnya pergi meninggalkan keluarganya bersama janda kaya. Gugun harus memikul beban keluarga untuk terus menghidupi ibu dan adik-adiknya. tiga orang adiknya yang masih kecil-kecil harus ia tanggung sepenuhnya. Mia yang masih sekolah tingkat dasar. Husni yang baru lima tahun dan adik terkecilnya Rizky yang masih berumur dua tahun. semua harus Gugun hidupi.
matahari masih saja terik. membuat peluh Gugun makin deras mengalir dari pori-pori kulitnya. kulitnya yang hitam karena terbakar matahari harus rela disinggahi debu jalanan. badannya yang sedikit pendek harus bersusah payah mengangkat keranjang besar berisi gelas-gelas plastik dan botol-botol plastik yang terisi penuh. hanya ini mata pencariannya. dan hanya gelas-gelas dan botol-botollah yang nantinya akan melanjutkan hidupnya. hasil dari mencari barang-barang bekas ia belikan keperluan rumah. dari makan untuk ibunya yang lumpuh dan keperluan sekolah adiknya. terasa kurang memang, namun ia selalu bersyukur dan menyisihkan sebagian uang hasil mencari barang bekas. ia masih memendam cita-cita untuk kuliah. ya, hanya kuliah yang ia inginkan. ia tak mau dipandang sebelah mata oleh orang-orang. ia harus menjadi seseorang yang berhasil. yang bisa menghidupi keluarganya secara layak dan mengobati ibunya kelak.


aspal jalan memang sangat panas. Gugun masih berjalan dengan sandal jepit tipisnya. entah sudah berapa bulan sandal ini menemaninya menyusuri jalan-jalan ibukota. mungkin sudah tak layak pakai. tapi apa boleh buat. daripada membeli sandal baru, lebih baik uangnya ia belikan makanan untuk adik-adik dan ibunya.
rutinitas setelah mencari barang bekas adalah mengajar. ya, dia adalah seorang guru yang mengajar anak-anak jalanan yang tidak mampu sekolah. bertempat dikolong jalan besar, kelas jalan dibuka untuk para anak jalanan yang ingin belajar. saat orang kaya menyekolahkan anaknya di sekolah alam, Gugun hanya bisa membuka kelas sekolah jalanan. bermodal triplek tipis bekas bangunan dan sepotong kecil kapur-kapur bekas, Gugun mengajar. walau tidak dibayar, ada kepuasan tersendiri yang ia rasakan dari mengajar anak-anak yang tak mampu sekolah. nuraninya tergerak untuk saling membantu sesama anak jalanan. dua jam mengajar. dari membaca, menulis, berhitung, ilmu agama, sampai mengajar praktek ibadah. saat jam mengajar telah usai, Gugun pun kembali kerumah. gubuk petak berukuran 4x3 m adalah tempatnya berteduh dari hujan. terbuat dari seng, jika siang hari panasnya seperti di microwave. jika malam, dinginnya layak di kulkas.
adiknya, Husni dan Mia sedang asik duduk di bale bambu depan rumah saat Gugun pulang. entah apa yang mereka lakukan. tapi terlihat gembira.


"Assalamualaikum" salam Gugun.
"Waalaikumsalam. eh, Bang Gugun pulang" jawab Mia dan Husni.
"Lagi ngapain kalian berdua?" tanya Gugun setelah meletakkan keranjang besarnya.
"Ini bang, Mia tadi nemuin mainan bekas. masih bagus deh. ini Mia kasih buat Usni" jelas Mia.
"Waah, bagus betul mainannya" lanjut Gugun.


Gugun membiarkan dua adiknya bermain. ia kedalam untuk melihat keadaan ibunya yang amat ia sayangi. namun belum sampai ia mencium tangan ibunya, seseorang memberi salam didepan rumah. ia pun kembali keluar.


"Assalamualaikum" salam seorang bapak. berkumis dengan kemeja putih polos, serta celana panjang coklat tua.
"Waalaikumsalam. ada perlu apa pak?" tanya Gugun seraya melemparkan senyum.
"Ini rumah Ibu Salmah?" tanya bapak tersebut.
"Iya betul. ada apa ya pak? saya anaknya, Gugun" jawab Gugun dengan menyodorkan tangan kanannya. dan bersalaman.
"Ini ada surat de buat ibu. dari bapaknya"
"oh. terima kasih pak"
setelah mengantar surat, bapak berkumis itu pun pamit. meninggalkan Gugun dengan seribu tanda tanya. surat apa ini? "surat buat ibu dari bapaknya" kata-kata inilah yang membuat Gugun makin tak mengerti. ia pun keruangan tempat ibunya terbaring lemah. mencium tangan ibunya.


"Tadi siapa Gun?" tanya ibunya.
"Ada orang nganter surat. surat ini buat ibu katanya. ini bu" Gugun menyerahkan surat tersebut. tak mau ia membaca surat yang ditujukan untuk ibunya. ia beranjak meninggalkan ibunya. pergi kebelakang rumah yang dijadikan dapur olehnya. membuat api dari kayu bekas. memasak air. kegiatannya terhenti ketika mendengar suara tangis ibunya didalam. Gugun setengah berlari menuju kamar ibunya. tanda tanya menggelayut indah di otaknya. ada apa gerangan? Gugun menghampiri ibunya. memegang tangan ibunya. menenangkan ibunya.


"Ada apa bu?" tanya Gugun. ibunya masih tetap menangis dengan genggaman surat dari bapak berkumis. erat. sangat erat digenggam surat itu.
"Kenapa bu?" tanya Gugun lagi. ibunya masih menangis, tapi menyerahkan surat itu kepada Gugun untuk dibacanya. Gugun masih memeluk erat tubuh ibunya yang lemah. mengambil surat dari tangan ibunya. dan dibacanya.


terkejut bukan main ketika ia membaca surat yang berisi penahanan kepada Bapak Jamal yang didapati memakai narkoba disebuah rumah kontrakan. ya, Bapak Jamal adalah ayahnya. ayah yang mencampakkan keluarganya demi janda kaya. ayah yang tak peduli dengan kondisi keluarganya. ayah yang melupakan ibu yang sangat dicintainya. ayah yang sudah tak dianggap lagi oleh Gugun. dalam hati ia bersorak. ia menang. ia bersungut-sungut. namun hati kecilnya di lubuk yang paling dalam, ada setitik iba yang terpancar. biar bagaimana pun Jamal tetap ayah kandungnya.


"Gun." sergah ibunya pelan.
"Kenapa bu?"
"Ibu tau, sakit hatimu kepada bapak. ibu sangat paham Gun"
Gugun hanya diam, menunggu ibunya melanjutkan kata.
"Tapi dia tetap ayah kandungmu. ibu mohon Gun. ibu sangat memohon, tolong bebaskan bapakmu Gun!"


kepala Gugun berasa disambar petir. otaknya meleleh. tubuhnya lemas. sendi-sendinya mengeropos. tangannya kaku. pikirannya berkecamuk. berperang dengan batinnya. antara kebencian yang ia rasakan dengan permohonan sang ibu bergejolak liar dalam dadanya. sesak. ususnya melilit. Gugun tak dapat berkata-kata.


"Ibu mohon Gun. pakai uang tabunganmu untuk membebaskan bapak Gun" lanjut ibunya.


pikirannya makin meledak-ledak. dadanya makin sesak. seakan kakinya tak dapat menopang berat tubuhnya yang ringan. ia harus memilih, antara cita-cita yang ingin ia raih dengan ayahnya yang sangat dibencinya. namun air mata ibunya tak sanggup ia lihat lagi. setelah semua yang ia lewati dengan ibu dan adik-adiknya. ia tak ingin melihat orang terkasihnya menagis lagi. Gugun masih terdiam. menetes cairan hangat dari sela-sela matanya. ia menangis. pelukan ibunya makin kuat. dan makin kuat. kali ini deras air matanya mengalir. pikirannya galau.


"Ibu mohon Gun" sekali lagi ibunya memohon kepada Gugun. ia masih diam membisu dengan air mata berderai membasahi pipinya. basah. dengan berat hati ia pun mengiyakan permohonan ibunya. ia harus merelakan uang tabungannya yang jumlahnya tidak sedikit. bertahun-tahun ia kumpulkan uang dari mengais barang-barang bekas. merangkai mimpi demi terwujudnya cita-cita. kini kandas. pelukan ibu menenangkannya dari rasa yang berkecamuk di dadanya. Gugun masih menangis, matanya masih mengurai air mata. air yang ia masak telah mendidih. ia pun beranjak ke belakang. memasak nasi untuk makan nanti malam. dengan air mata yang masih saja berderai. hati ibu yang membuat air mata Gugun makin deras mengalir. ia rela memaafkan dengan mudah suami yang telah menyia-nyiakan hidupnya selama beberapa tahun kemarin. hingga penyakit menggerogoti tubuhnya. Gugun bersumpah, jika suatu saat Pak Jamal menyakiti ibu yang sangat ia cintai untuk kedua kalinya, ia tak segan menganggap Pak Jamal bukanlah ayah kandungnya. karena permohonan ibu lah, Gugun rela memakai uang hasil menabungnya selama bertahun-tahun untuk membebaskan Pak Jamal dari penjara.


sebulan kemudian...

Pak Jamal, ayah Gugun telah berkumpul kembali bersama keluarganya. janda kaya itu menceraikan Pak Jamal akibat kelakuannya memakai narkoba. si janda tersebut tidak mau bertanggung jawab membebaskan Pak Jamal dari penjara. kemudian dilimpahkannya kepada keluarga Gugun. alhasil, uang tabungan Gugunlah yang dijadikan uang jaminan untuk membebaskan Pak Jamal. Pak Jamal menyesal melakukan hal tersebut. sekaligus menyesal telah meninggalkan keluarganya demi janda kaya tersebut. ibu Gugun juga telah memafkan Pak Jamal. namun, ada perasaan lain yang Gugun rasakan.
selama berada dirumah, Pak Gugun tidak memperlakukan ibu sebagai seorang istri. ia hanya berdiam diri dirumah dan jarang membantu ibu, jika ibu sedang kesusahan. meminta uang kepada Gugun yang bekerja seharian banting tulang. sedangkan Pak Jamal hanya duduk-duduk dan berkumpul dengan para tetangga. Gugun cukup kesal melihat kelakuan Pak Jamal. ia hanya menjadi benalu dikeluarganya sendiri. dan kadang menyusahkan Gugun dan ibunya. namun ibu selalu berpesan kepada Gugun untuk tetap sabar dalam menghadapi ayahnya.


siang ini Gugun kembali kepada rutinitasnya. bekerja keliling kota untuk mencari barang-barang bekas yang masih bisa dijadikan uang. setidaknya pekerjaan halalnya bisa menyambung hidupnya sekeluarga. beban Gugun makin berat sejak ayahnya tinggal kembali dirumah. selepas subuh Gugun sudah menenteng karung besar tempat barang bekas hasil pencariannya. matahari siang ini tak sejahat kemarin-kemarin. cuaca berawan dan angin yang berhembus sepoi-sepoi memberi semangat berbeda untuk Gugun. ia berjalan cukup jauh dari tempat biasa mencari barang bekas. lebih jauh, mungkin lebih banyak yang ia dapat. lagipula cuaca siang ini cukup bersahabat baginya. disebuah perumahan sepi ia berjalan sambil sesekali bersiul menikmati cuca siang ini.
jauh dari tempat biasa, ia masih berjalan. sampai satu kejadian menghentikan langkahnya hingga ia harus menajamkan pandangan matanya. ia melihat seseorang dikejauhan berlari tunggang langgang dan dikejar beberapa orang dengan mengacungkan pistol. dadanya berdegup kencang. napasnya tak teratur. tiba-tiba...


dorr...

kemudian disusul suara orang-orang berteriak. ia tak berani melihat kejadian itu. Gugun bersembunyi dibalik pohon, ditutupi semak-semak. dadanya naik turun. napasnya kacau. telinganya sakit. ia sangat ingin melihat apa yang sebenarnya terjadi. namun lehernya tak bergerak sedikit pun. kaku. ia tak berani. pertanyaan membabi buta menghantam kepalanya. ia harus melihat. mengintip dengan hati-hati. memicingkan mata, agar terlihat jelas pandangan yang ditujunya.
beberapa orang dengan jaket kulit dan kaca mata hitam. yang lainnya berseragam. ya, polisi. memegang senjata. sekitar enam orang. di jalan, terkapar seorang dengan darah segar membasahi aspal. kepalanya seketika pening, melihat pemandangan yang tabu menurutnya. sebuah mobil petugas kepolisian datang menyusul. menghampiri kerumunan petugas dan orang-orang berjaket kulit. kemudian masyarakat berdatangan. melihat apa yang terjadi. rasa penasaran Gugun makin menjadi-jadi. ia ingin sekali melihat. tapi ia tak sanggup melihat darah. akhirnya rasa penasarannya mengalahkan ketakutannya. ia pun bergegas menuju kerumunan.
namun Gugun kaget bukan kepalang. ketika menghampiri kerumunan orang yang melihat mayat yang terbujur kaku tertembus timah panas polisi di bagian perutnya. orang itu adalah...

Monday, April 16, 2012

Judulnya Apa Ya?

akhirnya dengan tekad yang sudah di bulat-bulatkan, walau doi sendiri pun sudah bulat tak terawat, kawan gue @denfahlevi akhirnya pulang ke habitatnya di pondok kopi. kurang lebih sebulan doi mengembara bersama nyamuk-nyamuk nakal di kost-an. kawan begadang gue ini pulang ke peraduan pada 15 April 2012 pukul 21.45 wib. dengan iring-iringan bom bom car dan ondel-ondel, kawan gue @denfahlevi untuk pertama kalinya sejak sebulan yang lalu menekan kuat-kuat gas motor vario merahnya menuju pondok kopi. selamat jalan @denfahlevi. kenangan selama sebulan tak mudah kami lupakan.
ada rasa penasaran yang amat besar dalam diri gue. yaitu, kenapa kawan gue itu pulang kerumah. kehadirannya kadang memberi nuansa berbeda dari biasanya. kost-an jadi lebih sempit, itu sudah pasti. jadwal makan dan tidur yang tidak teratur, itu sangat jelas. seringnya intensitas tertawa dikost-an, bukan rahasia lagi. sangat jelas kalo nongkrong bareng doi, sudah pasti bakal ketawa ngakak kesana kemari. urat ketawa sukses ketarik-tarik. kepala berhasil pusing saking rutinnya ketawa-ketiwi. 

gue pernah baca di internet, "ketawa selama 20 menit sehari sama dengan olahraga dayung". tapi gue nggak tau bener atau tidaknya informasi tersebut. yang jelas gue lakuin aja informasi yang gue dapet. walau agak Taklidul a'ma ya. jadi, selama ada doi dikosan olahraga yang kita lakukan adalah ketawa. lumayan olahraga dayung dan bikin keringetan. tapi, apa itu Taklidul a'ma? sebagai lulusan pondok yang bisa dibilang gagal. hehehehehehe. kenapa dibilang gagal? iyalah gagal. lulusan pondok itu seharusnya jadi ustadz berjenggot, kemana-mana pake baju koko pake peci. minimal setiap waktu shalat tiba ya jadi muadzin. sedangkan gue, lulus pondok malah pengen jadi anak band. akan gue jelasin apa arti dari taklidul a'ma. kata temen gue yang kuliah di sastra arab. taklidul atau talid itu artinya sesuatu yang tidak jelas. sedangkan a'ma itu artinya mengikuti. jadi pengertiannya adalah mengikuti sesuatu yang tidak jelas. itu gue dapet saat kelas dua Tsanawiyah/dua SMP. pelajaran Mutholaah. nah lho? mutholaah itu apaan? PR nih jelasin apa itu mutholaah.

mutholaah adalah pelajaran bahasa arab. isinya cerita-cerita berbahasa arab. mutholaah melatih otak untuk menghafal kata-kata dari bahasa arab. seberapa cepat kita bisa menghafalnya. dan itu, merupakan pelajaran yang paling menyiksa menurut gue. kenapa menyiksa? menghafal cerita berbahasa arab yang banyaknya ngalahin berita di koran. etdah, sumpah gue! satu cerita bisa sampai lima atau enam paragraf. dan itu berbahasa arab. bahasa arab cuy. bukan bahasa sunda ye.
saking dituntutnya untuk menghafal mutolaah. pernah sewaktu ujian dulu, gue ngapalin mutholaah sampe cari tempat yang sepi. ke masjid, penuh banyak yang ngapalin juga. ke kantin, yang ada malah jajan. ke wc, bikin susah napas. ke jemuran, nanti malah disangka maling jemuran. ke lapangan bola, tulisannya nggak keliatan saking gelapnya. kemana-mana jadi bingung. dilema. galau. mumet. akhirnya gue putuskan untuk menghafal di pinggir jalan deket selokan depan rumah para ustadz. sanggup nggak tuh? walau agak rame dengan lalu lalang motor para ustadz. tapi yang jelas, tempat itulah yang jadi pelabuhan terakhir gue. dan hasilnya saat ujian..... eng ing eeeeeeng... tetep nggak bisa jawab soal yang dikasih. sia-sia gue muter-muter dan keliling lingkungan pondok buat nyari tempat buat menghafal.
pelajaran mutholaah bagi gue menjadi momok yang menakutkan. gue mudah menghafal, tapi mudah juga lupanya. alhasil, pelajaran yang bersifat menghafal gue agak lemot. pernah, waktu itu saking mumetnya kepala gue ngapalin mutholaah. akhirnya empat paragraf sukses gue salin di betis kanan kaki gue. karna dulu betis belum ditumbuhi bulu-bulu halus nan cantik. jadi lancar aja gue tulis di betis. saat ujian berlangsung, gue berakting mengangkat kaki kanan dan gue buka celana sampai ke dengkul. jeng jeeeeeeng... contekan terpampang jelas di betis gue. dan ujian kali itu, gue lewati dengan sukses menjawab semua soal dengan mudahnya.
gue harap nggak ada yang mencontoh apa yang gue lakuin. don't try this at home and exam... jelas belajar lebih baik kok. lebih melekat di otak. kalo belajar cuma buat ujian doank, buat apa? sia-sia. gue yakin pelajaran apapun yang lo hadepin dan lo pelajarin, nggak ada yang sia-sia. semua ilmu pasti kepake. jadi inget kata-kata pimpinan pondok gue KH. Mad Rodja Sukarta. manusia yang paling ditakuti di seantero Darul Muttaqien adalah beliau. semua orang nunduk sama beliau. dari santri, tukang sampah, guru, penjaga kantin, sampe semut merah takut sama beliau. eh, kecuali semut merah ya. semut merah cuma malu doank kok..
kata-kata yang gue inget adalah "jakarta sudah sempit. sudah banyak orang pinternya. kalian harus menyebarkan ilmu yang kalian dapat di daerah-daerah terpencil. pergi sana ke afrika. daerah terluas, sebarkan ilmu kalian. kalian pergi sana ke papua, sebarkan ilmu kalian. pergi sana ke antartika, sebarkan ilmu kalian. jangan jadi mental gerobak, yang harus didorong kalau mau jalan...

intinya, saat ini harus tetep belajar. walaupun bulu sudah menyebar diseluruh badan, tetep harus belajar dan menimba ilmu. kata Rasulullah "tuntutlah ilmu sampai ke negeri cina" (utlubil ilma walaw bi shiin) dalam mahfudzot juga menjelaskan "tuntutlah ilmu dari lahir sampai liang lahat" (utlubil ilma minal mahdi ilal lahdi).

VIKRY PAMIT...

:)

Saturday, April 14, 2012

Lelaki Hujan

hujan hari ini sungguh lebat. Bagas berlari menghindari guyuran hujan. namun ia terlanjur basah kuyup. memang, bulan ini skala hujan turun sangatlah sering. membuat volume air meningkat drastis dan jalan-jalan seringkali tergenang air menyebabkan banjir. lalu lintas pun jadi semrawut. padahal Jakarta adalah ibukota, tapi kenapa permasalahan banjir seringkali menjadi dilema yang tak kunjung usai. sore ini pun menjadi ajang sali kanan salip kiri oleh pengendara dijalan raya. berharap cepat sampai dirumah dan menyudahi penyiksaan. macet. begitu pula Bagas. walau jarak dari rumah kekantor cukup dekat, tak ayal pengendara dan pejalan kaki menjadi rebut-rebutan. untuk bisa cepat sampai dirumah.
Bagas, seorang lelaki lajang dengan tubuh tegap dan berkulit putih. dengan sedikit bewok menghiasi pipi dan janggutnya. bekerja disebuah perusahaan swasta di jakarta. rumahnya terletak disebuah komplek. tinggal sendiri dan belum beristri. padahal, kalau dibilang mapan Bagas adalah seorang pria yang mapan. dan cukup tampan tentunya.

seluruh bajunya basah kuyup oleh guyuran hujan sore ini. langit yang gelap serta petir yang menyambar-nyambar mengantar Bagas sampai dirumah. ia berharap cepat mendapatkan seorang istri. agar kelak ada yang mengurusinya disaat seperti ini. hujan. seringkali hubungannya kandas ditengah jalan. seperti hubungan yang ia jalani dua bulan yang lalu. Ratna sang kekasih, memilih pria lain yang dijodohkan untuknya ketimbang Bagas. pria yang mempunyai showroom mobil ternyata lebih dipilih Ratna. hati Bagas hancur. berkeping-keping dan tak bersisa. namun tak lama ia meratapinya. ia hanya berpikir kalau dengan Ratna ia tidak berjodoh.
setelah mandi dan bersih-bersih. Bagas sibuk didepan laptopnya meneruskan pekerjaan yang tertunda dikantor tadi. tapi konsentrasinya buyar ketika ketukan pintu terdengar.

"Assalamualaikum" sapa seseorang diluar pintu. terdengar seperti suara seorang wanita. dan ia sangat mengenali suara tersebut. Mbak Putri. tetangga yang dua minggu lalu baru saja pindah kekomplek tempatnya tinggal dan menempati rumah tepat didepan rumahnya.

"Waalaikumsalam" jawab Bagas seraya membuka pintu. memang Mbak Putri yang telah berdiri didepan pintu membawa sebuah mangkuk.
"Lho? Mbak Putri, ada apa ini?" tanya Bagas singkat.
"Iya maaf Gas. saya cuma mau anter bubur kacang ijo aja nih. kebetulan tadi masak agak banyak"
"Kok repot-repot sih Mbak?"
"Nggak ngerepotin kok. ini diambil!" Mbak Putri menyodorkan sebuah mangkuk agak besar berisi bubur kacang hijau masih panas. Bagas ke belakang untuk menaruh bubur dan mengganti mangkuknya dan kembali kedepan.
"Makasih lho Mbak buburnya"
"Iya, sama-sama. saya pamit ya Gas"
"Iya mbak. salam buat Mas Wahyu ya" terus Bagas. namun ada yang aneh dari Mbak Putri. ketika Bagas menyebutkan nama Mas Wahyu, ekspresi muka Mbak Putri yang berubah murung dan terlihat sedih. Bagas memang tak bermaksud menyinggung hati Mbak Putri. ia pun tak tahu apa yang terjadi dengan rumah tangga Mbak Putri. namun Bagas segera memperbaiki kata-katanya.
"Maaf Mbak, kalau saya menyinggung perasaan Mbak Putri"
"Nggak apa-apa kok Gas. kamu nggak salah. saya pamit ya" kemudian Mbak Putri segera bergegas meninggalkan pelataran rumah kecil Bagas.

pikiran Bagas menggelayut. rasa penasaran dengan perubahan raut muka Mbak Putri tadi. bubur kacang hijau yang ia makan tak seenak saat suapan pertama. memang, sejak pindah dua minggu lalu Mas Wahyu yang suami Mbak Putri jarang sekali terlihat. walau tidak memperhatikan dengan seksama. namun Bagas menyadari akan hal tersebut. segera ia membuang pikiran macam-macamnya. Mbak Putri adalah seorang ibu rumah tangga. belum mempunyai buah hati dari pernikahannya dengan Mas Wahyu. cantik. dengan wajah bersih serta kulit putih. rambutnya sebahu memberi kesan ayu dari Mbak Putri. ada perasaan lain yang Bagas Rasakan sejak bertemu dengan Mbak Putri tiga hari yang lalu disebuah pusat perbelanjaan. namun kembali ia buang jauh-jauh perasaan tersebut.
saat itu Bagas sedang meeting dengan seorang investor dari Kalimantan disebuah kafe. ternyata Mbak Putri pun ada di kafe tersebut. duduk dipojok, tertutup tirai penghalang. dengan wajah sedikit murung. namun tetap menyiratkan kesan ayu. Bagas menyadari keberadaan Mbak Purti di kafe tersebut. setelah disapa oleh Bagas, Mbak Putri terlihat menyeka air mata. ada masalah yang dihadapi Mbak Putri. ingin Bagas membantu, namun ia tak bisa berbuat apa-apa karena cincin yang melingkar dijari manisnya. Bagas hanya menyapa sekedar dan berlalu kembali ke meja tempat meeting.

sebulan sudah Bagas tak tahu kabar Mbak Putri. ia pun jarang melihat Mbak Putri membersihkan halaman. terasnya terlihat berdebu. lantainya terlihat kotor tak terurus. apakah Mbak Putri dan keluarganya pindah? pertanyaan makin menggelayut di otak Bagas. ia sangat penasaran. ingin rasanya mengunjungi Mbak Putri untuk sekedar menanyai kabarnya. namun hasrat itu ia urungkan. dikantor pun pertanyaan itu masih menggantung. tanda tanya besar tentang Mbak Putri mengganggu kinerjanya dikantor. akhirnya ia memantapkan diri untuk berkunjung kerumah Mbak Putri hanya untuk sekedar silaturrahmi. sepulang kantor nanti ia berniat kerumah Mbak Putri.
jam tangan Bagas menunjukkan pukul lima sore. hujan kembali turun dengan deras. ia duduk berdesak-desakkan disebuah metro mini. masih dengan niat mengunjungi Mbak Putri. Bagas turun disebuah halte dekat dengan komplek tempatnya tinggal. kembali, hujan membasahi seluruh pakaiannya. ia senang menikmati hujan. titik-titik air hujan terasa damai ketika jatuh diatas wajahnya. seringkali ia berjalan manikmati hujan dengan perasaan senang. serasa kembali ke masa-masa kecil dahulu. berjalan dengan perlahan menyusuri jalan komplek sembari menikmati guyuran hujan. dengan wajah mendangak ke atas langit ia rasakan titik air hujan yang jatuh.

hingga saat langkahnya terhenti. Bagas melihat sosok yang sangat ia kenal. Mbak Putri. duduk bersimpuh menutup muka dengan kedua tangannya didepan gerbang rumahnya. diguyur hujan dan pakaian yang serba basah. Bagas berlalri menghampiri Mbak Putri. tanda tanya besar makin menggelayut dalam otaknya. ada apa gerangan? berlari dengan terengah-engah ia menghampiri Mbak Putri.

"Mbak. Mbak Putri" Bagas menepuk halus pundak Mbak Putri. Mbak Putri masih menutup wajah dengan kedua tangannya. menangis tersengguk-sengguk. Bagas menjadi iba.

"Mbak Putri.." Bagas kembali menegur Mbak Putri. ingin rasanya ia mendapatkan jawaban atas semua ini. atas tanda tanya yang sangat ingin ia buang jauh-jauh. dan Mbak Putri hanya menangis. tetap menangis. disaat semua pertanyaan bergumul menjadi kilatan yang menyambar otaknya, hal yang sangat mengejutkan Bagas.

Mbak Putri memeluk Bagas. menumpahkan tangisannya dipelukan Bagas dalam guyuran hujan sore itu.

Bagas makin tak mengerti. dan Mbak Putri tetap saja menangis tersedu-sedu. air mata yang bercampur air hujan makin membasahai pakaian. apa yang harus Bagas lakukan. Bagas makin tak menentu. hatinya pun bergumul. otaknya tersambar petir. badannya bergetar menahan dingin hujan sore itu. dan Mbak Putri tetap menangis.

"Gas, tolong saya Gas. tolong saya Gas" hanya kata-kata itu yang keluar dari mulut Mbak Putri. kemudian ia menagis lagi. makin sedu.
"Tolong apa Mbak?" tanya Bagas singkat.
"Tolong Gas. tolong saya Gas. bawa saya pergi Gas" jawab Mbak Putri. Bagas makin tak mengerti maksud dari perkataan Mbak Putri.
"Pergi kemana Mbak? tolong apa Mbak?" Bagas kembali bertanya.
"A..a..aku nggak mau hidup dengannya Gas. bawa aku pergi Gas" jawab Mbak Putri terbata-bata.

Bagas sudah menangkap sesuatu yang ganjil. permasalah dalam keluarga Mbak Putri dengan Mas Wahyu. sampai Mbak Putri berbuat seperti ini. namun apa yang harus Bagas lakukan. pertanyaan ini makin buas bersarang di otaknya.

"Bawa aku pergi Gas" hanya itu yang keluar dari mulut Mbak Putri.

kemudian Bagas membawa Mbak Putri masuk kedalam rumah. mendudukannya dikursi. mencoba menenangkan Mbak Putri. Bagas merasa iba dengan Mbak Putri. Bagas beranjak ke dapur rumah Mbak Putri. membuat secangkir teh hangat dan memberikannya kepada Mbak Putri. setelah Mbak Putri cukup tenang, Bagas menanyakan hal yang membuat Mbak Putri sampai duduk bersimpuh dengan menangis dibawah guyuran hujan. langit masih gelap karena hujan. kilatan petir masih menyambar-nyambar. dan hujan makin deras. Mbak Putri menceritakan perihal yang terjadi padanya.

selama ini rumah tangga yang dijalaninya dengan Mas Wahyu adalah kedok. sangat tega Mas Wahyu berbuat seperti itu kepada Mbak Putri. Mbak Putri dimanfaatkan hanya untuk kesenangan semata. harta Mbak Putri-lah yang Mas Wahyu incar untuk bersenang-senang. puluhan juta dihabiskan hanya untuk narkoba dan perempuan nakal di club malam. Mas Wahyu jarang pulang. tidak pernah menafkahi Mbak Putri. hanya harta Mbak Putri yang ia kuras dengan semena-mena. sampai pada akhirnya, Mbak Putri yang jengah melihat sikap Mas Wahyu diceraikan secara sepihak. kekerasan dalam rumah tangga pun kadang terjadi. tak jarang tamparan dilancarkan Mas Wahyu kepada Mbak Putri. hancur sudah mimpi Mbak Putri membangun bahtera rumah tangga yang sakinah dengan Mas Wahyu. sesaat sebelum Bagas datang menolong Mbak Putri, Mas Wahyu datang mengambil barang-barang milikknya dan pergi meninggalkan Mbak Putri.

setelah bercerita panjang lebar, Mbak Putri berdiri. dengan air mata yang masih deras mengalir ia berjalan ke depan pelataran rumah. membasahi dirinya dengan hujan. hujan masih deras. petir masih menyambar-nyambar. Bagas berjalan di belakang Mbak Putri. mengikuti langkahnya. dan ikut membasahi diri dalam guyuran hujan.
menengadahkan wajah ke langit. menikmati tiap tetes air hujan membasahi wajah. membentangkan tangan dengan sukacita membiarkan hujan menyelimuti sore kelabu. mengharapkan harapan baru. Bagas berdiri dibelakang Mbak Putri. ikut menikmati hujan. menengadahkan wajah kelangit. membentangkan tangan.

Bagas meyakinkan dirinya.

"Putri.." panggil Bagas. dan Mbak Putri membalikkan badannya dan berhadapan dengan Bagas. Mbak Putri hanya terdiam.

"Maukah kau menjadi pendampingku disaat suka dan duka. menemaniku saat ku lelah dan merana. menjadi ma'mum di tiap shalatku, dan menjadi ibu dari anak-anakku?"

Mbak Putri masih terdiam. kemudian tangisnya kembali pecah ketika Bagas menyodorkan sebuah cincin milik almarhumah ibunya yang diwariskan kepadanya sebelum meninggal.

Dalam guyuran hujan kupinang kau dengan segenap hatiku.. petir menjadi saksi.. hujan menjadi wali.. dan dengan Bismillah, kuingin kau menjadi istriku

Monday, April 9, 2012

Tips Nemenin Cewek Belanja

awalnya bingung mau posting apa? gue belum nemuin hal-hal aneh dan lucu disekitar gue. tapi, banyaknya permintaan untuk segera posting cerita. akhirnya gue putuskan untuk posting sedikit cerita. guna mengobati kerinduan pembaca setia blog gue *aiiiihhh sok keren deh..!!*. 
pernah nggak lo nemuin hal-hal bego yang lo liat dijalan? atau hal-hal konyol sampe bikin urat ketawa lo berasa kejang-kejang? atau mungkin hal menyeramkan yang lo alami? semua akan kami bahas, setajam silet. lho? lho? lho?
bener apa kata bang @radityadika, "nemenin cewek belanja itu neraka jahanam. cewek akan melihat barang yangg pertama kali dia lihat dan dia bilang iiihh lucu! dan akan berkeliling di mall selama 3 jam. dan akhirnya, membeli barang yang pertama kali dia lihat". sadis. kejam. sebagai cowok gue pernah mengalami itu. ceritanya nemenin cewek gue beli handphone di ITC Fatmawati. liat sana sini. muter sana sini. tanya sana sini. tawar sana sini. tidur sana sini. hampir dua setengah jam muter-muter ITC. dan bener aja, akhirnya membeli handphone di toko yang pertama kali dia liat dan tertarik. jujur ya, kaki gue udah setengah stoke! pinggang udah hampir lepas. tapi demi orang terkasih, semua gue lakuin. berasa Romeo nih. ada hikmah yang bisa diambil. apa? sebelum nemenin cewek lo belanja, ada baiknya lo memperhatikan hal-hal dibawah ini agar tidak menyesal kemudian. ini sih, sekedar tips aja ya. gue nggak menganjurkan, karena gue yang mengalami hal menyedihkan ini.
hal yang harus lo perhatikan, ialah:
1. badan harus fit dan stamina harus cukup (karena inilah sumber kekuatan lo untuk berjalan keliling mall. jika badan lo nggak fit, hasilnya lo akan mengalami yang gue alami. dehidrasi dan keletihan)

2. begadang malam (kurang tidur menjadi permasalahan utama. karena kurang tidur, lo akan kekurangan tenaga. jangan sampe lo pingsan di mall gara-gara kurang tidur. kan nggak lucu kalo cewek lo yang harus gotong-gotong lo ke parkiran)

3. makan yang cukup (cewek itu belum tenang jika belum mendapatkan apa yang dia inginkan. jadi, walaupun lo ajak makan sambil ngerengek sampe buka baju pun, kalo cewek belum sreg atau belum klop sama pilihannya. permintaan lo belum tentu diturutin. kalau pun doi mau diajak makan, maka lo akan melihat muka sedikit bermuram durja dari cewek lo)

4. duit cadangan (ini super penting sob. jika lo nggak punya duit selipan, lo akan hancur. ini berguna disaat yang genting. misalnya setelah belanja belenji yang menguras dompet, dan cewek lo ingin minta sesuatu dan ternyata uang lo nggak cukup. dengan duit selipan itulah yang akan mengabulkan permintaan cewek lo. KECUALI. ini KECUALI ya. KECUALI LO ADALAH SEORANG COWOK PELIT. gue nggak menyarankan itu.

sekian tips dari gue. moga bermanfaat. dan pastikan cewek lo sehat jasmani dan rohani. jangan ada gangguan jiwa sedikitpun. alhamdulillah, cewek gue sehat banget. makanya nggak minta macem-macem *elus dada*. ada saatnya kita memberi sesuatu kepada orang tersayang. namun adakalanya permintaan itu nggak harus kita turuti. jika niat lo serius untuk ke jenjang yang lebih tinggi. maka, dari sekarang lo harus bisa me-manage uang bersama cewek lo. bukan gue sok ngajarin dan sok tua. pelajaran ini gue ambil dari kawan gue yang menikah di usia dini. kalo belum siap nikah, ya jangan nikah dulu. berat! intinya pendewasaan diri dari masing-masing personal.

ah, semalem hal bodoh kembali terjadi. dan kembali gue lakuin hal itu. sejenis dengan mengikuti motor cewek berjaket pink beraroma agnes. namun semalem, bukan cewek beraroma agnes. yang gue ikutin adalah cewek senyam senyum liat hape dan celingak-celinguk. menurut gue cewek ini aneh. doi duduk miring, mirip banget posisi duduknya sama nenek gue kalo naek ojek langganannya. tangan kanan pegang hape, tangan kiri pegang tas motif kulit buaya. nggak tau kulit buaya beneran apa kulit biawak betina, atau jagan-jangan kulit cicak yang dimodifikasi menjadi kulit buaya-biawak.
tingkahnya sedikit aneh. senyam senyum liatin hape, trus celingak-celinguk. gue nggak ngerti. padahal lalu lintas tadi malem itu padet. mungkin doi takut ketauan lagi senyam senyum, jadi abis senyam senyum doi celingukan liat sekitar. tapi doi nggak sadar kalo gue perhatiin dan gue ikutin motornya kemana pun tuh motor melaju. kenapa doi bisa nggak sadar kalo gue perhatiin? padahal gue nggak pake INVISIBLE MOTORCYCLE. tapi kenapa doi nggak liat gue? bodo amat. intinya tadi malem gue ngelakuin hal bodoh liat kelakuan hal aneh cewek senyam senyum liat hape, kemudian celingak celinguk.

pernahkah kalian mimpi ketemu seleb idola kalian? mimpi emang bunga tidur. tidur menjadi nikmat, jika dibarengi mimpi indah. mimpi dicium Agnes Monica 2 hari 2 malem. atau mimpi di nina bobo-in sama Ratna Galih. atau mimpi makan sebakul disuapin sama Nikita Mirzani, kalo pun itu kejadian. jangankan sebakul, se-bak mandi tuh nasi! pasti abis gue makan. hehehehehehe. atau mimpi di pijitin Maria Ozawa (miyabi). sampe bikin lo harus ganti sempak pagi harinya. hahahahahahaha. pernah nggak sih?
jujur gue belum pernah. gue menanti mimpi-mimpi indah macam itu. artis-artis seksi nan mempesona itu sangat gue nantikan hadir di mimpi gue. walaupun didalam mimpi itu ceritanya gue cuma berpapasan dan nggak ngelakuin hal apa-apa. bodoh ya?
mimpi memang bunga tidur. tapi bunga nggak pernah cerita kalo dia mimpi apaan *lho? apaan sih?*. makin ngawur nih isi blog gue. kayaknya harus gue sudahi postingan kali ini. berharap esok hari ketemu hal-hal yang lebih menggairahkan untuk di posting di blog. AMIEN.

VIKRY PAMIT!

:)

Monday, April 2, 2012

Akibat Parfum. Ngelakuin Hal Bego

pernahkah lo ingat seseorang atau ingat sebuah kenangan ketika mencium atau merasakan aroma parfum tertentu? pasti pernah jawabannya. mungkin bagi yang nggak pernah atau belum kesampean. lo harus cari moment tertentu dan pakai parfum tertentu. karna gue  mengalaminya. dibilang goblok, ini sungguh keterlaluan gobloknya. dibilang gila, ini sungguh gila aksinya.

pernah suatu ketika, gue berangkat gawe menuju utara kota jakarta. saat itu  lagi event laskar pelangi di ancol. karena hari itu gue berangkat sendiri dengan motor skuter kesayangan temen gue yang gue pinjam. kejadiannya di daerah senen, tepat di lamu merah. saat itu emang lampu merah dan cuaca cerah berangin. semua kendaraan pun berhenti, begitu juga gue. lagi imut-imutnya berhenti di lampu merah tiba-tiba angin bertiup, menghembus menyapu muka gue dan menghantarkan aroma parfum yang sangat gue kenal. aroma yang sangat familiar dihidung landai gue *aiiiihhh..hidung landai*. lalu mengingatkan gue akan kenangan-kenangan indah pada masa itu. parfum apa? kenangan apa?
jelas nama parfumnya gue nggak tau banget. tapi kenangannya itu lho. aromanya bikin gue inget seseorang gadis. yaitu temen yang baru gue kenal saat gue kerja di dompet dhuafa. namanya itu kalo nggak salah agnes..anis..atau amis gitu. lupa gue. kalo nggak salah si agnes. masa iya namanya amis, disangka ikan ntar. agnes yang bekerja sebagai telemarketing zakat waktu itu paling rajin menyapa gue kalo pagi.
"eh, mas vikry. baru dateng ya?" sapaan-nya tiap pagi yang nggak pernah gue lewatkan.
sebenernya agak nggak suka gue kalo dipanggil mas. secara gue orang jakarta. abang-lah yang cocok panggilan untuk gue. tapi semua panggilan untuk pria di dompet dhuafa adalah 'mas'. mau nggak mau ya. jadi, doi-lah yang paling rajin menyapa gue. telemarketing yang lain hanya beberapa doank yang gue kenal dan mengenal gue. kenapa doi bisa kenal gue? sok berasa famous gitu gue. hahahahahaha. bodo amat, nggak penting kenal darimana. banyak temen kan banyak rejeki. karna diantara semua telemarketing, agnes-lah yang paling ramah sama gue. terharu rasanya, ada yang rela negur orang bulukan tiap pagi. dan itu dilakuinnya tipa pagi. tiap pagi lho sob. gue iseng tanya ke agnes waktu itu. kenapa tiap pagi negur gue? jawabannya sangat singkat "cuma mau negur kok!". oh, jadi cuma mau negur. apa gue yang ke-pede-an ya? gue juga udah bilang ke agnes, kalo bisa intensitas 'negur' gue dikurangi. biasanya tiap pagi, kalo bisa tiap dua hari sekali atau tiap semester aja. tentu aja dengan becandaan khas gue. dan dia cuma tertawa terkekeh-kekeh.

dan siang itu dilampu merah kembali gue inget masa-masa kerja di DD. inget si agnes yang tiap pagi negur gue. ternyata yang menghembuskan parfum beraroma agnes itu adalah seorang cewek yang berhenti saat lampu merah tepat di depan gue. cewek memakai jaket pink diboncengi seorang cowok dengan jaket kulit coklat. kepalanya ditutupi helm, jadi sama sekali nggak terlihat wajahnya. lampu hijau pun menyala. dan semua kendaraan perlahan bergerak dan jalan. gue yang nggak mau kehilangan moment parfum beraroma agnes itu dengan sigap mengekor dibelakang motor yang ditumpangi cewek berjaket pink. motornya ke kanan, gue ikut ke kanan. motornya ke kiri, gue pun ikut ke kiri. motornya berhenti, gue dengan perasaan senang pun ikut berhenti. motornya nyebur ke kali, makasih gue cabut duluan ke ancol. ya nggak mungkin juga gue ikutin nyebur ke kali.
siang itu pun menjadi ajang kejar-kejaran. tepatnya gue mengejar cewek berjaket pink beraroma agnes. di bilang bego, ini sungguh kegiatan yang bego yang gue lakuin. kalo inget kejadian itu, berasa pengen toyor kepala sendiri. asli, kenapa lo bego banget si? nggak mampu beli parfum apa? kalo otak lo sehat, lo bakal berpikir seperti ini: lo sms si agnes. tanya nama parfum yang dia pake apa. trus lo beli tuh parfum sebotol kecap. dan dengan bangganya lo pake tuh parfum tiap hari. tamat.
gue pun nggak nyangka bakal ketemu sama aroma seperti itu lagi. seolah gue terhipnotis di lampu merah. sehingga, kemana pun tuh motor bergerak, pasti gue ikutin. sekalipun nyalip di antara mobil-mobil yang berhenti dan beresiko nyenggol spion. gue lakuin. tololnya gue waktu itu. alhasil, sampe di hall rama shinta gue telat seperempat jam. gara-gara ngikutin motor cewek berjaket pink beraroma agnes. ada pelajaran yang gue ambil dari kejadian super bego itu. jangan pernah sekali lagi lo lakuin hal yang sama. walaupun itu aroma parfum istri presiden obama. nggak tau juga gue aroma parfumnya.

apakah dengan isu kenaikan harga BBM, mempengaruhi juga kenaikan harga parfum? semua tergantung pemerintah kita. VIKRY PAMIT!

:)