Semalam gue sungguh sangat terpukul. Kenapa? Karena adik gue satu satunya yg amat gue sayangi dengan segenap jiwa dan raga, telah lebih dahulu mendahului gue membuat skripsi.
Tampolan cukup keras. Membuat pipi merah merona bagai dipoles make up. Pipi kanan dan kiri. Kenapa semua ini terjadi Tuhan? Jujur dengan sangat, malu hati ini. Malu wajah ini. Malu diri ini. Jika saja doraemon ada di kehidupan nyata, pasti gue akan titip muka gue dikantong ajaibnya. Barangkali bisa mengobati rasa malu yg teramat sangat.
Semalam gue di wanti-wanti oleh nyokap
"Tuh, kalah ama adeknya. Adeknya lagi nyusun bab 2!"
"Haaahh????" Gue jawab seadanya.
Bagai disambar petir abis adzan isya rasanya.
Lalu??
Lalu lalang jadinya pikiran ini semalaman. Sampe bingung mau makan indomie telor apa makan roti bakar. Biasanya jika ada hal yg mengganggu pikiran, makan adalah cara untuk menenangkannya. Setidaknya untuk rentang waktu 3 jam kedepan. Setelah itu, akan teringat terus.
Makan memang pelampiasan paling efektif. Pelampiasan paling berhasil. Pelampiasan cukup hebat. Pelampiasan paling mujarab. Bagaimana tidak, jika masalah terus miners datang. Boleh jadi tak berhenti makan.
Sesudah itu, efektif membuat perut tambah buncit. Berhasil membuat lemak makin lebar disekitar pinggang. Cukup hebat menjadikan berat badan naik. Mujarab bikin lo dihindari oleh lawan jenis.
Ini serius lho! Badan yg tak ideal menimbulkan kesan yg tak enak. Badan yg tak ideal membuat kita tak dipandang lawan jenis. Ah, masa sih?? Beda kasusnya kalo lo anak pejabat atau anak tunggal dari pemilik perkebunan kelapa sawit 23,5 ha di daerah kalimantan. Uang bokap lo bagai kran air yg bocor. Ngalir terus!
Mungkin ada cara lain mengatasi masalah tanpa masalah. Mengatasi masalah tanpa harus makan. Ada caranya. Yaitu, MENULIS. Iya menulis. Lo bisa lampiaskan masalah lo lewat tulisan. Lo bisa curhat disana. Lo bisa cerita. Lo bisa apa pun. Lo bisa jadi orang lain. Dengan menulis, lo bisa jadi penjahat. Dengan menulis, lo bisa jadi bos mafia dengan wanita simpanan sebanyak bulu ketek lo. Dengan menulis, lo bisa jadi pengemis palin miskin di bumi lalu menikah sama putri pemilik kilang minyak di arab sana. Semuanya bisa. Hanya bermodal imajinasi dengan segudang pemikiran gila.
Bagi gue, menulis adalah pelampiasan cukup efektif. Tak makan biaya, tak makan banyak tempat, hemat waktu dan tenaga.
So....
Soziz so nais..
So..menulislah dengan otakmu sendiri
VIKRY PAMIT